Honorer K1 Terkatung-katung, BKD Nganjuk Tidak Tahu

K1 - CopyAnjukzone.com – Dikabarkan melalui Kementerian Pendayaan Aparatur Negara (Kemenpan), pemerintah bakal merekrut 60 ribu calon pegawai negeri sipil (CPNS), Agustus tahun ini, namun di Nganjuk permasalahan tenaga honorer daerah katagori 1 (Honda K1) tidak jelas. Nasib Honda K1 tersebut terkatung-katung meskipun sudah mengabdi puluhan tahun. Sedikitnya ada 1.531 orang yang hingga sekarang terus menunggu ketidak-pastian dari pemerintah untuk diangkat menjadi PNS.
"Kami merasa diombang-ambingkan, padahal berkali-kali menanyakan nasib kami hingga ke pusat," keluh Sadjianto, Ketua Forum GTT/PTT Nganjuk, Selasa, (30/04/2013).


Padahal, lanjut honorer yang sudah mengabdi 26 tahun, per 1 Desember 2012, berdasarkan surat keputusan dari Badan Kepegawaian Pusat (BKN), daerah lain di Indonesia sudah diangkat dan mendapatkan SK penetapan sebagai CPNS. Anehnya, ketika perwakilan forum GTT/PTT Nganjuk menanyakan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nganjuk tidak mendapat jawaban yang pasti. Terkesan BKD Nganjuk tidak tahu-menahu tentang nasib ribuan tenaga GTT/PTT tersebut.
"Daerah lain sudah menerima SK pengangkatan, tapi khusus Nganjuk dan Bangkalan belum ada kepastian, makanya kami terus menanyakan kepada pihak terkait," imbuh Sadjianto saat mendatang Kantor BKD Nganjuk bersama tiga angotanya.
Kabid Pengadaan Pengangkatan dan Mutasi BKD Nganjuk, Agus Waji, di hadapan perwakilan Forum GTT/PTT Nganjuk menyampaikan, Pemkab Nganjuk tidak dapat memberikan kepastian kapan nasib para tenaga sekuwan tersebut akan diangkat CPNS meskipun berdasarkan surat edaran bahwa honorer K1 secara langsung diangkat CPNS, tanpa melalui tes rekrutmen. "Kami tidak dapat memberikan jawaban, tunggu saja hasil penetapan dari pusat, baru kami melangkah," ujar Agus Waji di ruang kerjanya.
Biasanya, data yang diusulkan ke pusat divalidasi lebih dulu oleh BPKP baru diserahkan ke BKN untuk mendapatkan penetapan SK. Kemudian daerah menerima salinan surat penetapan tersebut dari Kemenpan yang ditujukan ke Bupati. Hanya saja, BKD Nganjuk tidak tahu pasti, kapan surat penetapan tersebut bakal turun atau sebaliknya – malah tidak diturunkan. Masalahnya, selama ini, BKD Nganjuk mengaku tidak tahu dengan pasti keberadaan Honorer K1 ataupun tenaga sukuwan lainnya, masalahnya justru yang memiliki data adalah dari forum sendiri. Untuk itu, saat pihak dari pusat mengadakan pendataan ulang terhadap tenaga honorer di Nganjuk tidak melalui BKD Nganjuk, mereka langsung terjun ke sekolah-sekolah atau pun instansi.
"Semua itu bukan kewenagan kami (BKD Nganjuk-red), kami hanya menjalankan surat yang turun," imbuh Agus Waji.
Disinggung masalah, hanya 96 tenaga honorer K1 Nganjuk dikabarkan memenuhi kualifikasi diangkat CPNS , berdasarkan SK dari Kanwil dan bupati, Agus Waji tidak berani komentar. Justru pihaknya meminta untuk menanyakan sendiri ke Kepala BKD Nganjuk, Suroso.
"Kalau masalah 96 honorer K1 yang katanya sudah mendapatkan penetapan dari pusat tolong tanyakan sendiri ke Pak Suroso," kilahnya.
Juga terkait permasalahan honorer K1 yang terkatung-katung hingga saat ini, dikabarkan disebabkan adanya tambal sulam oleh orang dalam diterima oleh BKN, Agus Waji juga menanggapi dingin. Akibatnya, jumlah yang diterima BKN tidak sama dengan data yang ada di Nganjuk.
"Data yang punya forum, kami tidak pernah memiliki data itu," tegas Agus Waji.(*/skd)

  • No comments found

Leave your comments

Guest
Tuesday, July 22, 2014
0 / 300
Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
terms and condition.
1241205
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1160
1731
5121
1219793
48361
80427
1241205

Your IP: 54.197.215.146
Server Time: 2014-07-22 15:25:35
You are here: Home Pendidikan Honorer K1 Terkatung-katung, BKD Nganjuk Tidak Tahu