Oplosan Lebih Booming Dinyanyikan Eni Sagita

a oplosanAnjukzone.com – Gara-gara menyanyikan lagu tanpa mendapat ijin dari penciptanya, penyanyi dangdut Eni Setyaningsih, (28) alias Eni Sagita terancam hukuman penjara dan denda miliaran rupiah. Pasalnya, penyanyi asal Dusun Tanjung, Desa/Kelurahan Pacekulon, Kecamatan Pace ini dilaporkan Polda Jawa Timur karena menyanyikan lagu "Oplosan" ciptaan Nur Bayan. Kini kasusnya ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk, setelah dilimpahkan oleh Polda Jawa Timur ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Surabaya sekitar awal tahun 2013 lalu.


Afqah Putra Ima Wijaya, staf Pidana Umum (Pidum) Kejati Surabaya menyampaikan, kasus dugaan perampasan hak cipta lagu dangdut berjudul Oplosan tersebut dilaporkan penciptanya di Polda Jatim.
"Setelah kasusnya selesai ditangani Polda Jatim terus dilimpahkan ke Kejati, hari ini kami limpahkan ke Kejari Nganjuk, karena memang lokusnya di Nganjuk," jelas Afqah, Selasa, (04/12/2013) saat melimpahkan berkas perkara dan barang bukti berupa 8 keping CD yang berisi lagu-lagu Oplosan yang dinyanyikan Eni Sagita, di kantor Kejari Nganjuk.
Kasi Datun Kejari Nganjuk,Lutcas Rohman, SH menyampaikan, Eni dianggap telah melanggar pasal 72 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta. Yang bersangkutan telah disangka menyanyikan lagu karya orang lain, merekam, kemudian menggandakan tanpa mendapatkan ijin dari penciptanya. Kini kejaksaan menetapkan status Eni Sagita sebagai tersangka dan segera dinaikkan sebagai terdakwa. Kendati demikian, kejaksaan tidak langsung menahan tersangka.
"Tidak kami tahan, dengan pertimbangan, yang bersangkutan punya anak kecil, berjanji tidak akan melarikan diri, tidak akan menghilangkan barang bukti, dan dijamin oleh orang tuanya," jelas Lutcas.
Yang bersangkutan, lanjut Lutcas, bisa diancam pidana penjara paling lama tujuh tahun dan atau denda paling banyak lima miliar rupiah.
Dikonfirmasi terkait kasus dugaan perampasan hak cipta yang melibatkan dirinya, Eni Sagita menuturkan, dirinya merasa tidak bersalah sama sekali. Pasalnya, penyanyi asli Nganjuk tersebut hanya menyanyikan lagu berjudul Oplosan saat pentas dalam acara ekspo tahun 2011 lalu. Dia mengelak telah dituduh merekam dan menggandakan untuk dijual bebas. Yang dia lakukan sebagai artis penyanyi, menyanyikan lagu-lagu karya orang lain seperti penyanyi-penyanyi lain.
"Yang menyanyikan lagu Oplosan itu bukan saya saja, penyanyi-penyanyi lain juga menyanyikan, tapi kenapa kok cuma saya saja yang kena," jelas Eni.
Hanya, Eni mengakui, saat menyanyikan lagu Oplosan tersebut tidak minta ijin atau menyebutkan penciptanya. Masalahnya, sejak mulai menjadi penyanyi sekitar 1996, Eni tidak pernah minta ijin kepada pencipta lagu-lagu yang dia bawakan.
"Karena memang tidak tahu, kalau harus ijin atau menyebutkan nama penciptanya," tegas Eni. (skd)

Oplosan Lebih Booming Dinyanyikan Eni Sagita

Anjukzone.com – Serangan balik langsung dilancarkan oleh pihak Eni Setyaningsih, (28) alias Eni Sagita terkait laporan dugaan perampasan hak cipta lagu berjudul Oplosan karya Nur Bayan. Pasalnya, Eni Sagita merasa tidak bersalah atas tuduhan yang disangkakan terhadap dirinya, telah merekam dan menggandakan. Eni Sagita mengaku pernah menyanyikan lagu Oplosan, seperti puluhan penyanyi lain. Namun demikian, mengapa hanya dia saja yang dipersalahkan hingga kasusnya dilaporkan ke ranah hukum, sedangkan yang lain tidak.
Kuasa Hukum Eni, Bambang Sukoco menyampaikan, telah terjadi diskriminasi terhadap kliennya. Diperkirakan adanya faktor persaingan bisnis dalam dunia entertainmen.
"Tampak adanya diskriminasi terhadap klien kami, karena yang menyanyikan lagu Oplosan tidak hanya dia (Eni Sagita,red)," jelas Bambang Sukoco.
Diakui kliennya, Eni Sagita saat menyanyi memang tidak menyebutkan nama penciptanya. Hal itu dilakukan seperti penyanyi-penyanyi lain saat menyanyi juga tidak pernah menyebut nama pencipta lagu.
Dijelaskan Bambang, Eni dilaporkan pihak Nur Bayan setelah beredar lagu-lagu oplosan yang dibawakan kliennya tersebut. Hal itu berbeda saat lagu Oplosan dinyanyikan sendiri oleh penciptanya. Bahkan kasetnya sempat beredar hingga luar negeri, termasuk Jepang.
"Mungkin iri setelah lagu Oplosan dinyanyikan oleh Eni Sagita lebih booming," tegas Bambang.
Apabila Nur Bayan benar-benar profesional, apakah dia juga pernah melaporkan penyanyi lain yang sama-sama menyanyikan, bahkan sempat kasetnya beredar luas.
"Justru saya jadi curiga ada maksud tertentu di balik semuanya," ujarnya.
Data Anjukzone.com menyebutkan, pada bulan Maret 2008 lagu dengan judul ciptaan Oplosan diciptakan oleh Nur Salam dan pada bulan Juni 2008 telah diumumkan pertama kali dengan cara menyiarkan/dinyanyikan oleh Trio Gomik feat Nur Bayan dan telah dibuatkan VCD (cakram optik).
Pada tanggal 15 Januari 2013, Beno Gestano melakukan pengecekan ke para pedagang di Jawa Timur (Nganjuk dan Madiun) dan diketahui telah beredar VCD berisi berbagai macam judul lagu di antaranya berisi lagu dengan judul Oplosan yang diduga hasil tindak pidana Hak Cipta saat VCD diaktifkan melalui VCD player, bahwa lagu dengan judul ciptaan Oplosan tersebut diumumkan, disiarkan atau dinyanyikan oleh artis/penyanyi pada saat konser group musik OM, Sagita, pimpinan Eni Setyaningsih dan OM. Scorpio, pimpinan Sukarno.
Nur Salam, pencipta lagu Oplosan tidak pernah memberikan lisensi kepada group musik OM Sagita dan OM. Scorpio untuk menyanyikan lagu ciptaannya (Oplosan), sehingga dengan adanya kejadian tersebut pencipta merasa dirugikan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Sementara pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk hingga kini belum banyak memberikan komentar terkait masalah perseteruan antara Eni Sagita dengan pencipta lagu Oplosan. Pasalnya, Kejari Nganjuk masih mendalami berkas kasus yang sebelumnya dilimpahkan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Surabaya tersebut. Kasi Perdata dan Tata Usaha (Datun) Kejari Nganjuk, Lutchas Rohman menyampaikan, pihaknya kini tengah berkonsentrasi menyusul jadwal untuk melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk.
"Secepatnya kasus ini bisa kami limpahkan ke Persidangan," ujarnya. (skd)

  • No comments found

Leave your comments

Guest
Tuesday, October 21, 2014
0 / 300
Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
terms and condition.
1490389
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
236
1519
3367
1474751
42903
86854
1490389

Your IP: 54.242.231.109
Server Time: 2014-10-21 03:40:27
You are here: Home Hukum Oplosan Lebih Booming Dinyanyikan Eni Sagita