Berita Utama Birokrasi Lintas Daerah News Regional

Wajah Nganjuk Sekarang Jiplak Mataram Klasik

 Nganjuk – ANJUKZONE – Wajah pendapa kabupaten nganjuk dan sekelilingnya tidak lama lagi berubah. bangunan pagar di sepanjang Jalan Basuki Rachmat, mulai dari ujung utara – depan rumah dinas Wakil Bupati hingga pintu belakang areal perkantoran Pemkab Nganjuk, di Jalan Merdeka dipugar dan diganti bangunan bernuansa jaman kerajaan. Sehingga wajah depan pendapa kabupaten benar-benar menyerupai keraton jaman kerajaan Mataram klasik.

Tidak hanya wajah pendapa kabupaten yang direnovasi, Alun-alun Nganjuk juga ikut dipugar. Rencananya, alun-alun dikembalikan sebagaimana karakteristiknya sebagai tempat kegiatan masyarakat dan upacara hari-hari bersejarah di Nganjuk.

wajah gapura pendapa kabupaten Nganjuk menyerupai jaman kerajaan Mataram (foto-sukadi)

Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan, bangunan wajah pusat kota Nganjuk memadukan dua masa kejayaan kerajaan, Mataram klasik dan Islam. Kedua masa tersebut memiliki hububgan yang erat dengan perjalanan sejarah di Kabupaten Nganjuk sejak masa Mataram kuna. Sedangkan untuk alun-alun, pemerintah daerah sengaja mengembalikan fungsinya sebagaimana filosofi alun-alun sejak jaman dulu. Di mana, di sekeling bangunan mencerminkan satu kesatuan yang utuh.

“Bangunan alun-alun dan pagar pendapa dan sekitarnya dibuat bernuansa kerajaman jaman Mataram klasik menggambarkan bahwa nama Nganjuk sebagai kota yang sudah tua. Nama nganjuk dikenal dari nama seorang Sang Pamegat Pu Anjukladang sejak 937 tahun silam,” terang wakil Bupati Nganjuk yang akrab disapa Kang Marhaen itu.

Sebagaimana filosofi alun-alun, posisinya lebih rendah dari siti hinggil, atau sebaliknya posisi pendapa harus lebih tinggi dari alun-alun. Di sekelilingnya terdapat bangunan pendapa, masjid agung atau tempat peribadatan, di dekatnya ada penjara, dan kompleks pecinan.

“Jadi posisi pendapa atau siti hinggil itu letaknya harus lebih tinggi dari alun-alun. Filosofinya, pendapa itu ibaratnya letak seorang pimpinan harus bisa melihat rakyatnya dari ketinggian biar lebih jelas. Apakah rakyatnya sudah makan atau belum, rakyatnya sudah sejahtera atau belum,” ujarnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *