Berita Utama Budaya Entertainment Lintas Daerah News Regional Wisata

Banyak Ditemukan Situs Baru di Nganjuk

Sejaman Peradaban Mataram Klasik dan Islam, Kondisi Tidak Terawat, Banyak Benda Kuna Rusak dan Hilang

NGANJUK – ANJUKZONE – Di sejumlah wilayah Kabupaten Nganjuk telah banyak ditemukan benda-benda kuna, baik sejaman peradaban Mataram klasik maupun Islam. Bahkan di salah satu lokasi telah ditemukan benda-benda purba berupa fosil tulang binatang dan gading gajah. Ini menunjukkan bahwa Kabupaten Nganjuk dulunya telah memiliki peradaban yang sejaman dengan masa pra sejarah,  Kerajaan Mataram Kuna,  Kediri, Singosari, Majapahit hingga Mataram Islam. Sayannya, setelah situs-situs ditemukan belum ada tindak lanjut yang berarti dari Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Nganjuk. Bahkan ada beberapa benda kuna hilang dan dirusak oleh orang  tidak dikenal.

Drs. Gunadi, M.Hum, salah seorang arkelog dari Balai Arkeologi Yogyakarta menyampaikan, dengan banyaknya temuan cagar budaya peninggalan jaman kuna merata di wilayah Nganjuk, sudah saatnya pemerintah daerah melalui Disparporabud Nganjuk melakukan pendataan situs-situs  untuk pengembangan selanjutnya.

Penemuan pembatas sima di Desa Bulu Tawing, Kecamatan Berbek (foto-sukadi)

“Dengan melihat banyaknya penemuan cagar budaya, baik pada jaman Mataram klasik atau Islam, pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata untuk melakukan pemetaan,” terang Gunadi.

Gunadi juga menyebut, di Nganjuk telah banyak ditemukan benda cagar budaya berupa fosil binatang di lereng Gunung Pandan. Ini membuktikan bahwa wilayah Nganjuk pada jaman dahulu telah dihuni oleh kehidupan purba.

“Saya tadi juga melihat di Museum Anjukladang, banyak fosil bintang seperti gading gajah atau tengkorak bintang lain, ini bukti di Nganjuk dulu pernah kehidupan purba, tinggal menunggu temuan fosil-fosil tulang manusia purbanya, biasanya kalau sudah ditemukan fosil tulang binatang purba, juga ditemukan fosil manusia purba, di dekatnya,” terang arkeolog ini.

Cagar budaya peninggalan jaman kuna di Nganjuk yang pernah ditemukan di antaranya abu jenasah, candi, fosil gading gajah, fosil tulang binatang purba, menhir, jobong, gerabah, pembatas sima, dan lain-lain.

Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menyampaikan, banyaknya cagar budaya yang pernah ditemukan merata di sejumlah wilayah Kabupaten Nganjuk telah menjadi perhatian pemerintah daerah. Pihaknya telah mengusahakan agar situs-situs cagar budaya tersebut segera dieskavasi dan dieksplorasi sehingga menjadi koleksi benda bersejarah di Kabupaten Nganjuk. Selain itu, wakil bupati juga mengusahakan agar dilakukan pemetaan situs-situs agar dapat dipantau dan tidak rusak.

“Merata, di Nganjuk ditemukan cagar budaya, yang terbanyak di bantaran Sungai Berantas. Ini menunjukkan bahwa Nganjuk sudah tua,” terang wakil bupati.

Reporter: Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *