Berita Utama Hukum Kriminal Lintas Daerah News Regional

Ungkap Jaringan Narkoba Sepasang Kekasih Satu Pelajar Satu Didor

NGANJUK – ANJUKZONE – Sasresnarkoba Polres Nganjuk kembali menangkap penyalaguna obat-obatan terlarang bersama pengedarnya. Penangkapan kali ini masih ada rentetan dengan kasus sebelumnya, polisi telah meringkus bandar narkotika dengan menyita 50 gram lebih sabu. Dalam konferensi pers, Rabu sore, 18 September 2019, polis menunjukkan hasil penangkapannya bersama barang bukti. Mereka 3 tersangka kasus sabu dan 5 kasus pil dobel L.

Untuk kasus sabu-sabu, modus operandinya sama yakni dengan sistim ranjau, antara pemesan, pengedar, dan pemasok tidak saling kenal. Sabu diletakkan di suatu tempat yang telah disepakati, baru diambil pembeli.

“Sabu diletakkan di tiang listrik, kemudian diambil sendiri oleh pemesan. Jadi antara mereka terputus jaringannya,” terang Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman nanta Wiranta dalam konferensi pers.

Dewa menjelaskan, tersangka pengguna sabu yakni sepasang kekasih berinisial Ek (23) warga Desa Betet Kecamatan Ngronggot dan La (21) warga Desa Blitaran Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk. Keduanya adalah pemakai. Mereka dibekuk pada Jumat, 6 September 2019 sekitar pukul 17.00 WIB di rumah Ek, Dusun Bandung Desa Betet Kecamatan Ngronggot,” ujarnya.

Sedangkan pengedarnya, WW (41) warga Dusun Combre Desa Gondanglegi Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk. “Setelah dilakukan pengembangan, tim opsnal satresnarkoba dapat membekuk WW pada Sabtu, 7 September 2019 sekitar pukul 12.30 WIB di rumahnya,” imbuh Dewa.

Sementara barang bukti yang diamankan sabu-sabu total berat kotor  1,59 gram, sebuah pipet kaca yang ada sisa sabu, pipet kaca kosong, 1 bungkus plastik klip berisi 23 bungkus plastik klip besar kosong, dan sebuah plastik klip berisi 20 plastik klip kecil kosong.

Selain itu sebuah bekas bungkus rokok, 3 buah sumbu dari grenjeng rokok, sekop dari sedotan, bekas jarum suntik, 2 lembar grenjeng rokok, buah korek api gas, seperangkat alat bong dan 2 unit ponsel beda merek, 2 buah plastik klip kosong, 2 lembar tisu, dan sebuah ponsel.

Sedangkan untuk kasus peredaran pil dobel L, Satresnarkoba Polres Nganjuk mengamankan 5 tersangka. Salah satu pelaku berstatus pelajar dan satu pelaku dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha kabur.

“Tetap kita proses seperti pengedar dewasa, karena usianya di atas 18 tahun. Untuk yang kami berikan tindakan hukum tegas dan terukur karena berusaha kabur,” jelasnya.

Tiga tersangka itu berasal dari Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Mereka adalah WK (19) pelayan kafe warga Dusun Tambakrejo Desa Sumberjo, YF (19) pelajar asal Lingkungan Jetis Kelurahan Warujayeng dan DS (32) montir asal RT 02/RW 04 Dusun/Desa Jogomerto.

“Ketiga pelaku ini dalam satu jaringan. Dari ketiganya diamankan pil dobel L sebanyak 1.760 butir, uang tunai Rp 75 ribu, ponsel dan bukti lainnya. Kasus dikembangkan dan dua bandarnya kita ringkus,” kata Dewa.

Dua tersangka itu, HP alias Ayah (38) warga Desa Mekikis Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri dan HS alias Duro (38) warga Dusun Pulobandar Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang.

Selain meringkus tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti 25 lop atau 25 ribu butir pil dobel L, 2 tas kresek warna hitam dan sebuah ponsel sebagai sarana transaksi.

Saat dilakukan penggeledahan, di rumah tersangka HP alias Ayah tidak ditemukan barang bukti. Akhirnya tim membawa kedua pelaku untuk menunjukkan tempat penyimpanannya.

Ternyata, barang bukti tersebut disimpan di rumah orang tua HP alias ayah di rumah orangtuanya Dusun Mengkreng Desa Mekikis Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri.

“Nah, ketika disuruh menunjukkan barang bukti itulah, HP alias Ayah berusaha melarikan diri. Akhirnya kita beri tindakan tegas terukur dengan menembak betis kanannya yang sebelumnya diberi tembakan peringatan,” tegas Dewa.

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *