Berita Berita Utama Birokrasi Edukasi Hukum Kriminal Lintas Daerah News Regional

Awas…! Narkoba sudah Serang Pendidikan Nganjuk

NGANJUK – ANJUKZONE – Peredaran narkoba sudah menyerang dunia pendidikan di Kabupaten Nganjuk. Dikabarkan, sasarannya adalah pelajar di semua jenjang SD hingga perguruan tinggi. Baru-baru ini, Satresnarkoba Polres Nganjuk telah menangkap salah seorang pelajar di salah satu SMA di wilayah Kecamatan Prambon berinisial YS. Runyamnya, tersangka merupakan satu jaringan peredaran narkoba bersama sejumlah temannya yang sama-sam ditangkap.
Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta mengungkapkan, untuk tersangka peredaran pil dobel L, Satresnarkoba Polres Nganjuk mengamankan 5 tersangka. Salah satu pelaku berstatus pelajar. “Tetap kita proses seperti pengedar dewasa, karena usianya di atas 18 tahun,” jelas kapolres dalam konferensi pers, Rabu sore, 18 September 2019.
Tiga tersangka itu berasal dari Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Mereka adalah WK (19) pelayan kafe warga Dusun Tambakrejo Desa Sumberjo, YS (19) pelajar asal Lingkungan Jetis Kelurahan Warujayeng dan DS (32) montir asal RT 02/RW 04 Dusun/Desa Jogomerto.
“Ketiga pelaku ini dalam satu jaringan. Dari ketiganya diamankan pil dobel L sebanyak 1.760 butir, uang tunai Rp 75 ribu, ponsel dan bukti lainnya. Kasus dikembangkan dan dua bandarnya kita ringkus,” kata Dewa.
Dua tersangka itu, HP alias Ayah (38) warga Desa Mekikis Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri dan HS alias Duro (38) warga Dusun Pulobandar Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang.
Selain meringkus tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti 25 lop atau 25 ribu butir pil dobel L, 2 tas kresek warna hitam dan sebuah ponsel sebagai sarana transaksi.
Saat dilakukan penggeledahan, di rumah tersangka HP alias Ayah tidak ditemukan barang bukti. Akhirnya tim membawa kedua pelaku untuk menunjukkan tempat penyimpanannya.
Ternyata, barang bukti tersebut disimpan di rumah orang tua HP alias ayah di rumah orangtuanya Dusun Mengkreng Desa Mekikis Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri.
“Ketika disuruh menunjukkan barang bukti itulah, HP alias Ayah berusaha melarikan diri. Akhirnya kita beri tindakan tegas terukur dengan menembak betis kanannya yang sebelumnya diberi tembakan peringatan,” tegas Dewa.
Sebagai efek jera, imbuh kapolres, nama-nama tersangka tersebut diumumkan lewat pengeras suara masjid atau mushala tempat dimana para tersangka tinggal. “Pengumuman disampaikan pada hari Jum’at supaya masyarakat tahu, kalau di desanya ada warga yang ditangkap terkait kasus narkoba,” jelasnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Soni Hardianto mengawatirkan peredaran narkoba telah merambah dunia pendidikan di Nganjuk. Untuk itu, pihaknya bersama stake holders gencar melaksanakan sosialisasi gerakan anti narkoba ke sekolah-sekolah untuk semua jenjang.
“Peran serta ortu, masy.dan sekolah utamanya guru BK harus lebih ditingkatkan,” ujar Soni.
Reporter: Sukadi
Editor : Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *