Berita Utama Hukum Kriminal Lintas Daerah Regional

Satreskoba Polres Nganjuk Polisi Amankan 52,88 Gram Sabu Siap Edar

Dua Pengedar Sabu Dikendalikan dari Lapas Madiun

 NGANJUK – ANJUKZONE – Satresnarkoba Polres Nganjuk kembali meringkus terduga pengedar sabu-sabu di wilayah hukumnya. Tak tanggung-tanggung, dari dua pelaku yang diringkus, diamankan sabu-sabu 52,88 gram.

Kedua pelaku yang diamankan adalah, Choirul Anam (39) driver ojek online warga RT 04/RW 03 Dusun Banar, Desa Katerban, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, dan Dian Dwi Cahyanto (37) pedagang asal RT 02/RW 02 Dusun/Desa Wonoasri Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri.

Kapolres Nganjuk, AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta menyampaikan, keduanya diringkus di dua tempat yang berbeda. Choirul dibekuk di pinggir jalan depan PG Lestari Kecamatan Patianrowo, sedangkan Dian dicokok di pinggir sebuah rumah Desa Nglaban Kecamatan Loceret.

Awalnya petugas meringkus Choirul Anam. Saat diintrogasi, dia mengaku jika barang haram itu dipesannya dari Dian. Selanjutnya, Unit Opsnal Satreskoba Polres Nganjuk, dapat meringkus dian.

“Setelah dilakukan pendalaman, kedua pelaku adalah pengedar, mendapatkan barang dari lapas Madiun,” terang kapolres dalam konferensi pers, di halaman Mapolres Nganjuk, Jumat, 06 September 2019.

Barang yang dipesan kemudian dipecah-pecah, menjadi beberapa paket kecil, siap edar. Untuk satu paket sabu, dijual dengan harga Rp 1,4 juta.

“Dijual di kawasan Nganjuk, dengan sasaran anak remaja dan pelajar,” jelas kapolres.

Uniknya, sistem penjualan tidak dilakukan secara langsung, antara penjual dengan pembeli. Melainkan, pembeli memesan lewat seseorang yang ada di lapas Madiun dengan mentransfer sejumlah uang sesuai kesepakatan melalui rekening bank. Kemudian, seseorang di lapas Madiun yang disebut sebagai bandar menghubungi pemilik barang, dengan sistem ranjau putus. Kemudian, sabu-sabu dipaket kecil-kecil, ditempel pada sejumlah titik, sepanjang jalan Nganjuk – Surabaya.
“Salah satunya, paket sabu ditempel dengan lakban hitam di patok jalan, di Kecamatan Baron, Nganjuk. Lalu, nantinya akan diambil oleh pemesannya sendiri,” katanya.

Pihak polisi meyakini masih ada pengedar lain yang lebih besar yang beroperasi di Nganjuk. Polisi bertekat akan memberantas habis jaringan sabu-sabu di Nganjuk. Sebab, dengan banyaknya pengedar sabu-sabu, berarti pemakai sabu di Nganjuk sangat tinggi pula.

Selain mengamankan barang bukti sabu-sabu dengan berat 52 gram lebih, polisi juga mengamankan 1 unit mobil, sejumlah alat hisap, HP, timbangan digital, dan lain-lain.

Kedua pelaku diancam dengan Pasal 114 dan Pasal 112 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana seumur hidup.

Reporter: Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *