Berita Utama Birokrasi Lintas Daerah Nasional News Regional Tokoh

Veteran TNI Siswoyo Pernah Sebut Nama Pandergoen

SURABAYA – ANJUKZONE – Menurut penulis buku “Pasukan Polisi Istimewa, Prajurit Istimewa dalam Kemerdekaan di Jawa Timur”, Lorenzo Yauwerissa bahwa Siswoyo salah seorang veteran TNI dari Dusun Plimping, Desa Gebangkerep, Kecamatan Baron menyampaikan pernah menyebut nama Pandergoen. Yaitu seorang polisi intelijen yang membantu pejuang di Nganjuk melawan pasukan Belanda. Pernyataan Siswoyo ini disampaikan sekitar 5/6 tahun yang lalu, 2013, saat Lorenzo melakukan pengumpulan data untuk bahan penelitiannya tentang pejuang polisi bernama Mohammad Yasin. Saat itu, Siswoyo yang sudah berumur 85 tahun, masih memiliki daya ingat cukup kuat untuk flashback cerita yang dialami pada masa agresi Belanda kedua, 1949. Hanya, menurut Lorenzo yang saat itu masih berstatus mahasiswa UNESA Surabaya tidak begitu terbawa perhatiannya kepada nama Pandergoen, melainkan terfokus kepada nama Mohammad Yasin, sebagai polisi Mobrig yang wilayah perjuangannya sampai Nganjuk dan sekitarnya. Pria yang tinggal di lingkungan perumahan elite, Galaxi Permai no. H1/8A Surabaya ini, juga menandaskan bahwa Pandergoen banyak berperan dalam perjuangan kemerdekaan melawan pasukan Belanda di Nganjuk. Bahkan setelah Indonesia merdeka tahun 1945, di Nganjuk terjadi pelucutan senjata dari tentara Jepang kepada pejuang di Nganjuk atas informasi dari Pandergoen. Karena memang Pandergoen saat itu berperan sebagai mata-mata, tapi dia tidak nampak.
“Tahu sendiri, peran seorang intelijen itu seperti apa?,” jelas Lorenzo ditemui di rumahnya, Senin malam, 29 Juli 2019.
Untuk itu, Lorenzo menegaskan bahwa Pandergoen adalah anggota polisi negara yang bertugas sebagai mata-mata.(Sukadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *