Berita Utama Budaya Entertainment Lintas Daerah News Regional

Cahyo Kuntadi dalam Sirnaning Angkara Murka

NGANJUK – ANJUKZONE – Pergelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Sirnaning Angkara Murka digelar oleh Ki Cahyo Kuntadi, S.Sn., M.Sn., di Alun-alun Berbek, Kabupaten Nganjuk, Kamis, 11 Juli 2019.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta, Dandim  0810/Nganjuk Letkol Arh. Joko Wibowo, dan Waka Polres Nganjuk, Kompol David Triyo Prasojo
Pergelaran wayang kulit dalam rangkaian acara hari Bhayangkara ke-73 ini juga dimeriahkan sederet waranggana dan bintang tamu, Sukesi Rahayu, pesinden papan atas. Selain digelar langsung untuk masyarakat, pertunjukan juga disiarkan langsung secara on-line melalui saluran YouTube, “Kuntadi Channel.”
Pergelaran diawali tablo perang besar yang disebut Baratayuda, Pandawa melawan Kurawa di Tegal Kuru. Kemudian, dilanjutkan dengan adegan Duryudana yang dihadap oleh Patih Sangkuni, membahas kondisi perang yang selalu dimenangkan pihak Pandawa. Kepada Duryudana, Sangkuni menghembuskan kabar tidak sedap. Permasalahan kekalahan Kurawa, menurut Sangkuni disebabkan oleh Banuwati, istri Duryudana sendiri. Karena, Banuwati dituduh telah menjalin hubungan asmara secara diam-diam kepada Harjuna, dari pihak Pandawa. Dikatakan Sangkuni, Banuwati sebagai mata-mata Pandawa, memata-matai kelemahan Kurawa. Sehingga, setiap kali terjadi perang, di pihak senapati Kurawa selalu kalah. Tentu saja, berita hoaks Sangkuni membuat Duryudana marah dan melabrak Banuwati hingga terjadi pertengkaran.
Pada cerita ini, Sangkuni sebagai tokoh antagonis, yang selalu menghembuskan permusuhan di kedua belah pihak, yang sebenarnya masih saudara.Hingga berjalannya alur cerita, Sangkuni terus menghembuskan fitnah-fitnah. Akibatnya, seluruh keturunan Kurawa tewas dalam peperangan beserta sekutunya. Bahkan Sangkuni sendiri tewas di tangan Bima, dengan kondisi mengenaskan. Seluruh tubuhnya dihancurkan, namun tetap hidup.
Melawan Sangkuni yang tidak bisa mati meski telah dihancurkan tubuhnya, Bima mendapat rahasianya dari Kresna. Kepada Bima, Kresna memerintahkan untuk merobek duburnya, karena kesaktian Sengkuni semata-mata disebabkan oleh minyak tala yang dibuat mandi semasih muda dulu. Hanya ada satu bagian tubuhnya yang tidak terkena minyak tala, yaitu duburnya. Ketika dubur Sangkuni dirobek, seketika nyawanya melayang. Selepas tewasnya Sangkuni, bersamaan sirnanya angkara Murka di muka bumi.
Reporter: Sukadi
Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *