Berita Utama Birokrasi Budaya Entertainment Lintas Daerah News Regional Wisata

Mahakarya Keris Empu Ngadiboyo Pikat Kolektor Daerah Lain

NGANJUK – ANJUKZONE – Ribuan keris mahakarya Empu Ngadiboyo Nganjuk dipamerkan di Alun-alun Nganjuk. Bersamaan karya asli perajin keris dari Nganjuk ini juga diikuti kolektor keris dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara.

Tampak pada stand pameran,  ribuan koleksi keris dipamerkan dengan berbagai ukuran dan bentuk. Mulai ukuran terkecil sebesar ujung jari hingga berukuran jumbo. Selain memaerkan keris, juga ada beberapa tombak.

Ketua Mataji Ngadiboyo Nganjuk, Nanang Setiadjit menyampaikan pameran keris dan tombak mahakarya  Empu Ngadiboyo tersebut benar-benar asli karya perajin keris dari Nganjuk.

“Banyak kolektor dari luar Nganjuk yang terpikat oleh keris karya empu Ngadiboyo, katanya memiliki karakteristik tersendiri,” tutur Nanang, usai upacara pembukaan.

Dulunya Empu Ngadiboyo bernama Empu Moyogati, yaitu salah satu anggota laskar Pangeran Diponegoro, pada saat perang Jawa, 1825 -1830 masehi. Setelah Pangeran Diponegoro ditangkap oleh kompen,  atas intrik Patih Danuredjo ke empat, Empu Moyogati melarikan diri mencari tempat yang aman ke arah timur kemudian madepok di Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso sekarang.

Bukti sejarah yang menguatkan bahwa Empu Moyogati adalah sebagai empu keturunan dari Keraton Yogyakarta adalah adanya bukti garis keturunan, besalen yaitu tempa-tempat dan alat pembuatan keris dan tombak, serta situs makam yang ada di Ngadiboyo.

Sedangkan keturunan Empu Moyogati adalah Empu Kriyogati atau disebut dengan Empu Ngadiboyo dua, berikutnya adalah Empu Trunogati alias Galingsong, disebut Empu Ngadiboyo ketiga.

“Setelah generasi berikutnya, sudah tidak lagi membuat keris dan tombak, tapi sebagai pande, yaitu membuat alat-alat pertanian hingga sekarang,” tegasnya..

Hal yang membuat berbeda dari karakteristik empu yang lain, karya Empu Ngadiboyo ada pada bahan dan peksi keris. Di mana karya Empu Ngadiboyo melebihkan pada bagian baja dari pada campuran logam yang lain dan pada bagian peksi dibuat lebih besar dan tebal.

“Kalau ciri khas yang lainnya ada tanda silang pada bagian peksinya, guretan kuku dan gelang-gelang serta bagian gonjo dibuat lebih lebar sehingga kelihatan mekar,” imbuh Nanang.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Nganjuk Supiyanto, menyampaikan, ada limapuluh delapan peserta, yang mengikuti pameran keris dan tombak mahakarya Empu Ngadoboyo ini. Mereka datang dari Jawa Timur,  jawa Tengah dan Nusa tenggara.

“Tujuan diselenggarakan pameran keris dan tombak mahakarya Empu Ngadiboyo ini, agar para generasi muda lebih mengenal budaya warisan nenek moyang berupa keris,” tukasnya.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *