Berita Berita Utama Birokrasi Edukasi Lintas Daerah Nasional News Prestasi Regional

Wabup Marhaen Kunjungi UAS UT Pokjar Nganjuk

Singgung Beasiswa Daerah bagi Mahasiswa hingga Pembelajaran Soft-skills

NGANJUK – ANJUKZONE – Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengunjungi pelakasanaan Ujian Akhir Semester (UAS) mahasiswa Universitas Terbuka, Unit Program Belajar Jarak Jauh (UT-UPBJJ) Malang, Pokjar Nganjuk, masa registrasi 20191 di SMK Kosgoro Nganjuk. Wakil Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen ini langsung menuju ruang ujian, melihat keaktifan mahasiswa saat mengerjakan soal ujian. Bahkan kepada mahasiswa, Kang Marhaen tampak berbincang-bincang santai ikhwal sistem perkuliahan jarak jauh. Kang Marhaen juga mengakui bahwa UT merupakan satu-satunya perguruan  tinggi yang mendapat ijin resmi pemerintah, untuk menyelenggarakan belajar jarak jauh.

Bukan hanya satu ruang ujian yang mendapat kesempatan kunjungan wakil bupati, ruang lain pun mendapat kesempatan serupa.

Wabub Marhaen Djumadi Motivasi Mahasiswa UT Pokjar Nganjuk (foto-sukadi)

Kepada mahasiswa program S1-PGSD, Kang Marhaen menyampaikan bahwa kuliah di UT merupakan salah satu kuliah yang diprogramkan oleh pemerintah pusat untuk mengatasi mahasiswa yang sudah kerja. Sehingga mahasiswa dapat memyesuaikan dengan waktu dan tempat.

“Kuliah tidak harus jauh-jauh, kalau di Nganjuk ada yang berkualitas mengapa harus keluar daerah,” ujar Kang Marhaen di hadapan mahasiswa peserta UAS, Minggu, 30 Juni 2019.

Kepada mahasiswa, Kang Marhaen juga menyinggung soal program beasiswa yang diprogramkan oleh pemerintah Kabupaten Nganjuk. Sejak Bupati Nganjuk dijabat oleh Novi Rahman Hidayat dan wakilnya Marhaen Djumadi, telah mencanangkan program beasiswa bagi mahasiswa.

“Bisa, mahasiswa UT mendapatkan beasiswa dari pemerintahan daerah, apalagi UT adalah perguruan tinggi negeri, bisa S1 atau S2,” tegasnya.

Kepada pengurus UT Pokjar Nganjuk, Kang Marhaen menyarankan agar lebih mengembangkan soft-skill  selama tutorial. Karena, hasil riset menyebutkan, nilai IPK tidak terlalu berpengaruh terhadap kesuksesan. IPK dan  rangking hanyalah faktor sukses urutan ke 30. Sementara faktor IQ pada urutan ke-21, dan bersekolah di universitas atau sekolah favorit di urutan ke-23.

“Yang perlu dikembangkan kepada mahasiswa adalah soft-skill-nya,” terangnya.

Kesempatan serupa, Ketua Pengurus UT Pokjar Nganjuk, H. Marjo, MM.Pd. menyampaikan, sistem perkuliahan di UT tidak sama dengan sistem perguruan tinggi regular. Kuliah di UT dalam satu semester untuk jurusan PGSD dan PG-PAUD, sedikitnya dibutuhkan 8 kali tutorial bagi mahasiswa yang mengambil program tatap muka. Sistem perkuliahan dibimbing oleh tutor dengan kontribusi nilai 50 persen. Selebihnya, nilai didapat dari UAS. Sedangkan, untuk mata kuliah yang tidak ditutorialkan, mahasiswa belajar sendiri dari modul.

“Bila mata kuliah yang tidak ditutorialkan, nilai mahasiswa murni didapat dari ujian,” terang H. Marjo.

Seperti UAS tahun ini, sekitar 600 mahasiswa UT Pokjar Nganjuk mengikuti ujian, baik mata kuliah yang ditutorialkan maupun belajar mandiri. Mereka berasal dari jurusan S1 PGSD dan S1PG-PAUD, dan reguler.

Hal menarik dalam sistem pengujian di UT selama ini, sistem pengujian menggunakan lembar jawaban ujian sistem digital, diterapkan hampir di seluruh UPBJJ UT, baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Sistem ujian digital, baik pada lembar jawaban ujian dan naskah soal adalah satu paket, sehingga masing-masing mahasiswa menerima soal yang berbeda. Ini untuk menghindari kerjasama antar mahasiswa,” ujar H. Marjo.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *