Berita Utama Birokrasi Lintas Daerah Nasional News Opini Politik

PAD Kabupaten Nganjuk Berpotensi Bocor

Ditulis Oleh: Sab’an Yousuf

ADA indikasi – indikasi yang sangat mencurigakan (suspicious indication), dan saya rasa hukumnya wajib ditelusuri. Bahwa, berkisar 40 hingga 60 Persen, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Nganjuk itu berpotensi mengalami “penguapan”.

Indikasi adanya potensi-potensi  kebocoran atau penguapan terhadap PAD  ini disebabkan beberapa hal:

Pertama, Lemahnya control dari top leader, dalam hal ini bupati atau akibat dari cacatan buruk bupati yang bersangkutan. Seperti contoh catatan buruk 10 tahun kepemimpinan Taufik, dengan menjual jabatan dan mengeruk sebesar-besarnya keuntungan secara ilegal.

Ketika seorang guru kencing dengan  berdiri maka  tak menutup kemungkinan murid pun akan kencing dengan berlari. Standing point yang ingin saya katakan adalah  ketika dalam hal ini bupati sebagai Top Leader sudah melegalkan segala cara untuk meraup keuntungan, maka besar kemungkinan bawahan pun akan melakukan cara cara yang hampir sama.

Artinya apa, history atau catatan-catatan buruk yang pernah kita alami, kasus-kasus yang mencurigakan, ini bisa menjadi pintu masuk untuk kita telusuri, untuk memastikan (to ensure) tidak adanya penguapan (PAD).

Kedua, buruknya system dan lemahnya regulasi, ini memberi peluang terjadinya kebocoran-kebocoran di atas.

Saya sangat berharap, dalam hal ini Mas Novi dan Kang Marhaen Djumadi sebagai kepala daerah. Setidaknya berani menempuh langkah-langkah konkrit dan strategis, untuk memastikan tidak terjadi kebocoran dan penguapan terhadap PAD Kabupaten  Nganjuk.  Lantaran, kebocoran PAD berdampak pada lumpuhnya pembangunan daerah, rendahnya kemampuan untuk mandiri secara ekonomi, dan tingginya ketergantungan terhadap pusat.

Kalau misalnya PAD  Kabupaten Nganjuk mencapai 329 miliar, maka berkisar lebih dari 100 miliar pendapatan kita berpotensi mengalami penguapan!!

Mimpi kita bersama mewujudkan “Nganjuk Maju dan Berdignity,” maka dalam hal ini bupati dan wakil bupati berhak untuk memastikan bahwa kebocoran-kebocoran seperti ini tidak terjadi.

Ingat, satu tembakan peluru hanya mampu menembus satu kepala. Tapi satu “telunjuk” dari seorang penguasa mampu menyelamatkan ribuan nyawa. (Ketua Bidang Stategy dan Pengembangan Gerakan Masyarakat Peduli Bangsa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *