Berita Utama Hukum Kriminal Lintas Daerah News Regional

Waspada Inden Perumahan Murah Bersubsidi, Ini Korbannya!

NGANJUK – ANJUKZONE – Tindak pidana penipuan dan penggelapan berdalih sebagai pengembang perumahan bersubsidi terjadi di wilayah hukum Polres Nganjuk. Pria bernama DK, alamat Jalan Hayam Wuruk II, Sawunggaling, Wonokromo,  Kota Surabaya dan atau Jalan Merdeka no. 57, Kelurahan Ganungkidul, Kecamatan, Kabupaten Nganjuk ini memperdaya korbannya dengan iming-iming harga rumah murah, proses cepat dan bersubdi. Pelaku kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Nganjuk.

AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta, Kapolres Nganjuk menyampaikan, penipuan dan atau penggelapan berdalih rumah bersubsidi tersebut terjadi sejak Mei hingga Agustus 2018 lalu. Modusnya, pelaku berdalih mempunyai usaha sebagai develover  sekaligus sebagai derektur PT. Graha Dita Abadi yang berkantor di Jalan Merdeka no. 57, Kelurahan Ganungkidul, Kecamatan / Kabupaten Nganjuk. Kepada puluhan korban, pelaku berdalih sebagai pengembang perumahan yang berlokasi di dua tempat di Nganjuk, yaitu di Jalan Lawu III, Kelurahan Kramat dan Dusun Jombok, Kelurahan Werungotok, Kecamatan / Kabupaten Nganjuk.

“Tersangka sengaja memasang iklan promosi kedua perumahan tersebut sebagai perumahan bersubsidi. Padahal hak kepemilikan atas tanah yang rencana digunakan sebagai perumahan di dua  lokasi tersebut adalah masih milik orang lain,” terang kapolres dalam konferensi pers, Selasa, 25 Juni 2019.

Dengan rangkaian tipu muslihat tersangka, akhirnya para korban terpedaya dan datang ke kantor pemasarannya bermaksud membeli perumahan tersebut. Lalu para korban diminta membayar masing-masing puluhan juta rupiah sebagai uang muka. “Setelah lama ditunggu, bangunan rumah yang dijanjikan tidak kunjung dibangun, padahal mereka sudah membayar uang muka, akhirnya kasusnya dilaporkan ke polisi,” tegas kapolres.

Berikut beberapa nama korban sementara yang telah menyetorkan uang muka perumahan murah bersubsisi, “Natasya Residence” dengan tipe 36 / 72 blok b no. 04 dan tipe 30/60 blok b no. 06.; 1) Bambang Sriwijayana menyerahkan uang tunai Rp. 17 juta, 2) Eva Brasiska Kurniawati , Rp 11 juta, Sherly Novalia Rahmawati Rp 11 juta, 4) Dika Aprianita Rp  11 juta, 5. Luke Varian Zakaria Rp. 37,5 juta.

Di depan polisi, tersangka DK mengaku bila usaha pengembang rumah murah bersubsidi di Nganjuk dijalankan sendirian, tanpa melibatkan orang lain. Hanya, urusan administrasi, tersangka memasang beberapa karyawan di kantor pemasaran PT. Graha Dita Abadi, Jalan Merdeka no. 57, Kelurahan Ganungkidul, Kecamatan / Kabupaten Nganjuk. Sehingga, seluruh uang muka yang sudah diterima, masuk ke kantong pribadi.

“Untuk menggaji karyawan,” ucap tersangka, disangsikan oleh kapolres.

Diperkirakan jumlah korban yang bermaksud melaporkan ke polisi bertambah. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa puluhan lembar kuitansi, iklan promosi, dan banner. Tersangka dianggap melanggar pasal 378 subsider 373 juncto 64 KUH Pidana tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman selama-lamanya empat tahun penjara.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *