Berita Utama Birokrasi Budaya Entertainment Lintas Daerah News Regional

Puing Candi Diduga Peninggalan Majapahit

 NGANJUK – ANJUKZONE – Reruntuhan candi ditemukan di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Reruntuhan yang diperkirakan peninggalaan jaman kerajaan Majapahit tersebut ditemukan di perkarangan salah satu warga Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom.

Kondisi reruntuhan candi berbahan batu bata merah, kondisinya sudah tidak berbentuk seperti layaknya candi yang lain. Puing-puing berserakan dan tertutup oleh tanah dan dedaunan. Di atasnya juga banyak ditumbuhi pohon-pohon liar. Sehingga, tidak dapat dikenali  lagi bahwa puing-puing batu bata tersebut dulunya adalah berupa baangunan candi.

Hanya yang masih menggambarkan sebagai bangunan candi, puing-puing yang tersisa berbentuk gundukan dengan tinggi sekitar 50 sentimeter dari dasar tanah. Hampir seluruh permukaannya dipenuhi dengan batu bata dengan ukuran jumbo. Luas area situs percandian diperkirakan 7 X 7 meter persegi. Di dekatnya terdapat sungai yang masih mengalir.

Menurut Aries Trio, salah satu penjelajah benda-benda purbakala dan sejarah Nganjuk, lokasi percandian yang ditemukan diduga kuat sebagai candi peninggalkan jaman kerajaan Majapahit. Dilihat dari tekstur bahan batu bata yang masih tersisa, meruapakan bahan percandian yang juga ditemukan di daerah lain memiliki kesamaan dengan candi peninggalan jaman Majapahit.

“Lebih-lebih di dekat lokasi ditemukan percandian itu, terdapat sungai, dugaan semakin kuat sebagai patirtan yang biasa ada di dekat candi,” terang Aries Trio, Rabu, 12 Juni 2019.

Dugaan kuat berikutnya menurut Aries Trio, datang dari pegawai Dinas Purbakala Mojokerto. Ketika mendatangi lokasi, pihaknya memutuskan bahwa reruntuhan batu bata berukuran jumbo tersebut merupakan bangunan candi. Hanya seiring berjalannya waktu, bangunan candi tidak terawat sehingga mengalami kerusakan. Arkeolog dari Trowuloan Mojokerto juga mengatakan, kemungkinan besar sebagian bangunan masih tertimbun dalam tanah.

“Ketika didatangkan ke sini, dia mengklaim bahwa reruntuhan ini dulunya candi,” tegas Aries.

Tampak di sekitar lokasi terdapat banyak lubang sedalam 1 meter dengan diameter 1 meter. Diperkirakan lubang-lubang tersebut digunakan oleh warga untuk membuktikan bahwa sebagian tubuh candi masih berada dalam tanah.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *