Berita Utama Budaya Entertainment Lintas Daerah Nasional News Regional Wisata

Misteri Lereng Wilis Sebelum Jaman Pu Sindok

NGANJUK – ANJUKZONE – Nama daerah Nganjuk yang sebelumnya didapat dari nama seorang samgat, yaitu Pu Anjukladang pada jaman Pu Sindok, dulunya diperkirakan pernah dihuni oleh orang-orang purba. Anggapan ini setelah ditemukan benda-benda purba di dua wilayah, puncak Gunung Wilis, Kecamatan Loceret dan lereng Gunung Pandan, Kecamatan Rejoso. Di Lereng Gunung Pandan, 13 Mei 2019 lalu ditemukan benda-benda pra-sejarah berbentuk batu menhir. Masing-masing berbentuk patung berkepala ular raksasa unfinish, batu guret dan batu aji dalam ukuran bervariasi.

Menhir (foto-amin)

Amin Fuadi, Kasi Kepurbakalaan Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Nganjuk menuturkan, benda-benda jaman purba tersebut ditemukan warga di tengah hutan jati, sekitar 1 kilometer dari perkampungan, Desa Bendoasri. Benda-benda berupa batu tersebut dulunya diperkirakan digunakan sebagai media ritual bangsa purba agar doa-doanya bisa cepat sampai kepada ruh para leluhurnya yang disebut menhir.
“Peradapan orang-orang purba masih sangat sederhana, jadi untuk media persembahan kepada ruh para leluhurnya memanfaatkan batu, karena mudah didapat,” kata Amin.

Mengku Damri menunjukkan batu bertuliskan huruf Brahmi dari Gung Wilis (Foto-damri)

Semakin menguatkan dugaan, di sekitar lokasi penemuan batu-batu menhir tersebut juga pernah ditemukan fosil binatang purba dalam jumlah banyak. Benda purba berbentuk fosil gading gajah dengan panjang antara 4 meter hingga 4,5 meter tersebut kini disimpan di museum Anjukladang, Nganjuk.
“Dalam radius 600 meter, kami bisa menemukan dua glangsing fosil selama satu jam,” tandasnya.

Selain di lereng Gunung Pandan, jejak orang purba juga pernah ditemukan di puncak Gunung Wilis, di atas Desa Bajulan, Kecamatan Loceret. Benda purba berupa bongkahan batu besar tersebut terdapat guratan huruf Brahmi. Sekrang kondisinya masih insitus.

Penggalan batu bertuliskan huruf Brahmi (foto-damri)

Mengku Damri, Ketua Pura Kerta Buwana Giri Wilis menyampaikan, saat melakukan ekspedisi ke puncak Gunung Wilis menemukan dua batu raksasa bertuliskan huruf Brahmi, kondisinya masih utuh.

“Sebelumnya tidak nyangka kalau pada batu tersebut terdapat tulisan dengan huruf Brahmi. Kami ketahui setelah menabur kapur pada bagian corat-coret yang tidak beraturan. Hasilnya baru bisa dilihat kalau itu merupakan huruf Brahmi seperti contoh huruf yang ada sekitar sebelum abad dua,” terang Mengku Damri saat memimpin ekspiedisi bersama beberapa orang temannya.

Damri menduga, guratan-guratan pada bongkahan batu raksasa tersebut menyerupai guratan-guratan yang ada pada batu menhir yang ditemukan di lereng Gunung Pandan.

Namun demikian, baik Damri maupun Amin Fuadi menyebut, benda-benda purba yang diduga, masih misteri untuk diungkap kebenarannya. Sehingga masih membutuhkan penelitian lebih lanjut dari seorang ahli di bidangnya.

Reporter: Sukadi
Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *