Berita Utama Hukum Kriminal Lintas Daerah Nasional News Regional

Terduga Teroris Ditangkap di Depan Istri dan Anaknya

NGANJUK – ANJUKZONE – Warga Desa Tanjungtani, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur sempat dikejutkan adanya seorang pria yang diduga anggota jaringan teroris. Terduga teroris berinisial (D) itu ditangkap petugas berpakaian preman di salah satu counter HP Redjo Cell desa setempat, Selasa sore, 14 Mei 2019 sekitar pukul 18.30 WIB. Terduga yang memiliki nama panggilan Bondan itu, ditangkap petugas setelah turun dari kendaraan sepeda motor mio bernopol W 6688 SS yang dia kendarai bersama istri dan anaknya.

Menurut keterangan sumber, terduga teroris ini memiliki alamat KTP Jalan Masjid Al Ikhlas, Kelurahan Kranji Kecamatan/Kota Bekasi Barat. Domisili terakhir, tinggal bersama istri (SA), anak dan mertuanya, di Dusun Tunggulrejo RT 07/ RW 3 Desa Baleturi, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk.

Selama tinggal di rumah mertuanya, Bondan dikenal pendiam dan sopan. Ia juga berpakaian biasa sehari-hari. Bahkan, biasanya mengumandangkan adzan di masjid serta membaur bersama jemaah lain. “Orangnya biasa dan cenderung pendiam. Kalau yang perempuan (istri) biasanya berpakaian jubah serta bercadar,” ungkap Imam Syafii, (26) warga setempat.

Saksi lain, Thohari, warga Desa Tanjungtani, Kecamatan Prambon menyampaikan, saat ditangkap petugas, terduga teroris baru saja turun dari kendaraan sepeda motornya di depan counter HP. Dengan cepat petugas berpakaian preman dengan memegang senjata api mendatangi terduga dan menyeretnya keluar. Petugas membuntuti terduga dengan mengendarai tiga sepeda motor dan tiga mobil.

“(Terduga,Red) kelihatan sempat melawan, tapi petugas langsung mengeluarkan borgol,” terang Thohari, saksi yang tinggal tepat di depan counter HP.

Saat ditangkap, istrinya sempat minta tolong kepada warung yang ada di sebelah counter untuk mengantar anaknya pulang. Tapi, tidak ada orang yang mau, karena mereka takut.

“Istrinya sempat bilang, tidak apa-apa (suaminya,Red) ditangkap, yang penting anaknya diantar pulang, tapi tidak ada yang berani ngantar,” imbuh Thohari.

Menurut keterangan beberapa tetangga SA, istri D alias Bondan, dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Bahkan, sikapnya mendadak berubah sejak setahun terakhir.

“Dulunya, SA ini biasa memakai pakaian seksi. Dulunya juga pernah pergi bekerja ke luar negeri,” ungkap tetangga dekatnya di Dusun Tunggulrejo Desa Baleturi.

Para tetangga menyebut, Bondan ini merupakan suami hasil pernikahan yang ketiga. Sebelumnya, SA pernah menikah sebanyak dua kali, namun sikapnya masih belum berubah.

“Tiba-tiba sekitar setahun yang lalu pulang-pulang sudah menikah dengan Bondan ini. Semenjak itu SA jadi tertutup dan sering memakai jubah serta bercadar. Bahkan cenderung menghindar kalau bertemu orang sekitar,” imbuhnya.

Hingga berita ini ditulis, rumah yang disinggahi di Dusun Tunggulrejo Desa Baleturi, diamankan petugas dengan dikelilingi garis polisi. Di halaman belakang dekat kandang sapi juga ditemukan bekas tumpukan kertas yang baru terbakar. Sedangkan police line di counter HP yang merupakan TKP penangkapan sudah dibuka oleh petugas kepolisian sekitar pukul 20.30 WIB.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *