Berita Utama Birokrasi Hukum Kriminal Lintas Daerah Nasional News Regional

Disorot Program PTSL Bupati Novi Bentuk Tim Investigasi

NGANJUK – ANJUKZONE – Lambannya proses pembuatan sertifikat tanah selama ini menjadi pokok perhatian pemerintah daerah Kabupaten Nganjuk. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Agraria Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah meluncurkan Program Prioritas Nasional berupa Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Hanya, realitanya telah terjadi indikasi penyimpangan di tingkat desa, di mana panitia PTSL melakukan penarikan kepada warga di luar ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yakni di atas Rp 150 ribu per bidang tanah. Bahkan beberapa desa telah meminta kepada warga hingga Rp 1 juta untuk per bidang tanah.

Menanggapi maraknya pengurusan PTSL dengan biaya di luar ketentuan, Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat langsung turun tangan. Pihaknya membentuk tim investigasi dengan memerintahkan Inspektorat agar bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk melacak desa-desa yang terindikasi melakukan pungutan PTSL di luar batas kewajaran.

“Kami perintahkan kepada Inspektorat untuk bekerjasama dengan Kejaksaan Ngeri Nganjuk mengusut desa-desa yang menarik kepada warga dalam mengurus PTSL di luar ketentuan, uang yang dibayarkan digunakan untuk apa saja, semua harus jelas,” kata Bupati Novi saat melantik calon kepala desa baru di pendapa, Kamis,  25 April 2019.

Lanjutnya, biaya yang didapat dari program PTSL hendaknya dirinci dengan jelas, misalnya untuk membeli patok berapa, untuk biaya administrasi, untuk uang makan petugas, dan lain-lain.

Bukan hanya persoalan PTSL yang menjadi perhatian Bupati Novi, namun masalah lain, jangan sampai aparat di tingkat desa melakukan pungutan-pungutan di luar ketentuan.

“Pokoknya jangan sampai ada pungutan-pungutan dengan alasan apapun, sehingga merugikan masyarakat,” tegas Novi.

Reporter: Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *