Berita Utama Birokrasi Bisnis Ekonomi Lintas Daerah News Regional

100 Pabrik Siap Beroperasi di Nganjuk

Pemerintah Daerah Kuwalahan Siapkan Tenaga Skills

NGANJUK – ANJUKZONE – Di masa pemerintahan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dan wakilnya, Marhaen Djumadi, berbondong-bondong investor pabrikan akan menguasai sistem perekonomian. Sedikitnya ada 100 investor yang sedang mengajukan ijin untuk mendirikan pabrik di Nganjuk. Tentunya, pemerintah daerah harus menyediakan lahan guna memenuhi kebutuhan para investor tersebut. Sehingga, pabrik-pabrik yang hendak berdiri, bakal membutuhkan pembebasan lahan milik warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Nganjuk, dengan luas tidak sedikit.

Ditemui Anjukzone.com, Bupati Novi menyampaikan, saat ini, pemerintah daerah sedang mempersiapkan kebutuhan lahan untuk pembangunan 100 pabrik di Nganjuk. Pabrikan tersebut bakal menempati lahan-lahan tidak produktif dalam klasifikasi zona dan king satu, dua, dan tiga. Untuk saat ini, area yang telah dipersiapkan ada di zona satu king satu, yaitu Kecamatan Rejoso, Gondang, dan Nganjuk kota. Sedangkan pada king dua, lahan yang dipersiapkan ada di wilayah Kecamatan Baron, Kertosono dan Sukomoro. Sedangkan untuk area king tiga, ada di wilayah Kecamatan Lengkong dan Jatikalen.

Kendati demikian, menurut Mas Novi, panggilan akrab dari Novi Rahman Hidayat, meski akan ada 100 investor pabrikan masuk di Nganjuk, namun pihaknya menjamin tidak akan mengurangi lahan produktif pertanian. Lantaran, menurut renacana tata ruang wilayah (RTRW) di Kabupaten Nganjuk, penyediaan lahan tidak produktif untuk usaha di luar bidang pertanian masih memungkinkan. Dari luas lahan sekitar 48 ribu hektar di Nganjuk, yang dibutuhkan untuk lahan kawasan hijau seluas sekitar 39 ribu hektar. Sehingga, masih terdapat tenggat 9 hektar, yaitu merupakan lahan marginal. “Dijamin sudah sesuai dengan ketentuan. Apalagi, untuk seratus investor tersebut hanya dibutuhkan sekitar 937 hektar saja, jadi masih banyak kelebihan lahan dan tidak harus mengganggu lahan produktif,” ujar Bupati Novi, Kamis, 25 April 2019.

Disoal, mengapa pemerintah daerah Kabupaten Nganjuk begitu getol memasukkan investror, Bupati Novi menyampaikan, dengan banyak investor yang menanamkan modalnya di Nganjuk, tentunya dapat mempercepat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Nganjuk. Selain itu, pabrikan-pabrikan tersebut bakal menyerap tenaga kerja yang jumlahnya tidak sedikit, sehingga pengangguran di Nganjuk dapat teratasi dengan baik. Selanjutnya, di Nganjuk bakal terjadi pergerakan sistem perekonomian yang tinggi dengan berdirinya banyak pabrik.

“Dengan demikian, akan menjadikan Nganjuk betul-betul maju,” tegasnya.

Meski demikian, pemerintah daerah harus kuwalahan menyiapkan tenaga kerja profesional sesuai kebutuhan pabrik di Nganjuk. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan perusahaan penyedia jasa tenaga kerja, akan dilakukan pelatihan untuk mendapatkan tenaga kerja profesional.

“Sudah ada salah satu pabrik di Baron, yang siap membantu menyiapkan tenaga kerja profesional sesuai keahliannya, baik lulusan SMA maupun SMK,” katanya.

Usaha pemerintah daerah tersebut sekaligus menampik anggapan bahwa perusahaan yang ada di Nganjuk, banyak menyerap tenaga kerja dari luar daerah. Dia menyebut, sedikitnya 80 persen, tenaga kerja telah diisi oleh tenaga-tenaga kerja dari Nganjuk. Hanya, bila perusahaan ada yang mebutuhkan tenaga profesional yang tidak dimiliki oleh tenaga dari Nganjuk, baru dipersilakan untuk mengambil tenaga dari luar. “Dari empat pabrik yang kami datangi sebagai sampel, sudah 80 persen berasal dari Nganjuk. Karena sudah menjadi komitmen kami dengan para investor, agar wajib menggunakan tenaga kerja dari lokal Nganjuk, seikitnya 80 persen,” tukasnya.

Reporter: Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *