Berita Utama Birokrasi Lintas Daerah Nasional News Politik Regional

Ini Alasan Anggota MPR RI Budiono Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

Sadarkan Masyarakat Pentingnya Pahami dan Terapkan Nilai-nilai Luhur Bangsa dalam Kehidupan Sehari-hari

JOMBANG – ANJUKZONE  – Demi meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika dan Ketetapan MPR, anggota MPR RI, Drs. H. A. Budiono, M.Ed terus melaksanakan sosialisasi hingga ke masyarakat tingkat bawah. Kali ini,  anggota MPR RI dari daerah pemilihan  Provinsi Jawa Timur ini, menggandeng PKPT IPNU-IPPNU STIT AL URWATUL WUTSQO, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang  untuk mengadakan sosialisasi program pemerintah yang populer disebut empat pilar kebangsaan tersebut.

Dr. H. Syamsul Arifin, M.Pd, nara sumber yang juga Ketua Pergunu Jombang (foto-tom)

Selain itu, menurut Budiono, sosialisasi empat pilar kebangsaan dimaksudkan guna menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seluruh penyelenggara pemerintah dan masyarakat memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

“Pelaksanaan sosialisasi  ini menujukkan adanya tanggung jawab bersama dalam memberikan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa dan Ketetapan MPR kepada masyarakat. Sebagai wujud dari tanggung jawab tersebut, maka setiap anggota MPR mendapat tugas utuk melakukan sosialisasi Putusan MPR di daerah pemilihannya,” terang Budiono di hadapan 150 warga NU, di aula MWC NU Diwek, Kabupaten Jombang, 28 Maret 2019.

Warga PKPT IPNU-IPPNU STIT AL URWATUL WUTSQO, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, di aula MWC NU Diwek, Kabupaten Jombang (foto-tom)

Lanjutnya, menurut Budiono, pentingnya sosialisasi di daerah pemilihan Anggota MPR adalah dalam rangka manifestasi tanggung jawab Anggota MPR untuk membangun daerah agar seluruh penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah dilaksanakan dengan mengedepankan nilai-nilai luhur bangsa sebagaimana terdapat pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dr. H. Syamsul Arifin, M.Pd., menyampaikan banyak generasi tua menyadari bahwa nilai-nilai Pancasila belum diimplementasikan pada generasi muda Indonesia, khususnya pada era modern sekarang.

“Padahal jika dilihat dari sisi historis, generasi muda Indonesia memiliki peran yang sangat penting utamanya dilihat dari segi perjuangan hingga Indonesia merdeka,” ujar narasumber yang juga Ketua Pergunu Jombang itu.

Dicontohkan, para angkatan ’28, para pemuda memiliki satu visi yaitu ingin menyatakan keinginannya untuk bersatu tanpa memandang dari golongan maupun etnis manapun, maka dari itu muncullah Sumpah Pemuda. Sehingga pandangan para pemuda di Indonesia menjadi revolusioner dan memiliki nasionalisme yang kuat. Pada tahun 1945, tepatnya pada sekitar proklamasi, terdapat terdapat peristiwa bersejarah yang juga dipelopori oleh para pemuda.

Pengasuh Pondok Urwatul Wutsqo Diwek, Dr. Hj. Chumaidah S. Yc.(fpto-tom)

“Karena adanya perbedaan pendapat dengan golongan tua, maka golongan muda berupaya agar proklamasi segera dilaksanakan dengan cara “menculik” Soekarno ke Rengasdengklok dengan alasan agar tidak terpengaruh oleh Jepang di saat itu,” tegasnya.

Kesempatan yang sama, pengasuh pondok Urwatul Wutsqo Diwek, Dr. Hj. Chumaidah S. Yc., menyampaikan pemahaman kalangan masyarakat terhadap Pancasila perlu terus digalakkan. Hal ini terutama karena sejumlah fakta menunjukan bahwa masih banyak masyarakat kita yang semakin jauh dari kesadaran terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkualitas.

“Karena itu penting sekali bagi mereka agar lebih mengetahui dan memahami tentang empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Di tengah sosialisasi, dilakukan sesi tanya jawab dari peserta seputar tema yang diangkat. Tanya jawab, dilakukan, baik secara langsung maupun tertulis, hasilnya ditanggapi oleh narasumber, sebagai bahan kajian pada sidang paripurna anggota MPR RI di gedung Senayan Jakarta. (adv/sukadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *