Berita Utama Budaya Entertainment Lintas Daerah News Regional Wisata

Ribuan Tahun Candi Lor Peninggalan Pu Sindok Terlantar

NGANJUK – ANJUKZONE – Sebuah bangunan tua berupa reruntuhan puing-puing batu bata  di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur diperkirakan sebagai peninggalan Raja Medang Pu Sindok. Bangunan yang dikenal sebagai Candi Lor itu diperkirakan dibangun pada abad ke X, di atas tanah sawah Kakatikan Sri Jayamerta dan  merupakan bangunan suci sebagai pemujaan bhatara umat Hindu.

Di kompleks Candi Lor itu dikabarkan pernah ditemukan sebuah tugu prasasti bernama Jayastambha, yaitu sebuah tugu simbol kemenangan. Pada tugu Jayastambha itu, terdapat prasasti berangka tahun 937 masehi, tanggl 10 April, menceritakan tentang pemberian anugerah Raja Pu Sindok atas dharma Samgat Pu Anjukladang, karena tanah sawah Kakatikan Sri Jayamerta dengan luas 6 lamwit miliknya, diwakafkan sebagai bangunan suci untuk pemujaan bhatara di Sang Hyang Prasada. Sehingga tanah sawah kakatikan tersebut ditetapkan sebagai sima swatantra, terbebas dari kewajiban membayar pajak kepada kerajaan. Sedangkan pajak yang didapat, selanjutnya dibagi tiga, satu bagian untuk bangunan suci, satu bagian untuk punta jataka – petugas yang merawat sima, dan satu bagian untuk pengumpul pajak.

Candi Lor, peninggalan Pu Sindok, berusia ribuan tahun kondisinya banyak rusak, tinggal puing-puing (foto-sukadi)

Selain mendapat anugerah sebagai sima swatantra, rakyat sima Kakatikan Sri Jayamerta juga mendapat anugerah berupa pasak-apasak atau hadiah dari Sri Maharaja Sindok, berupa emas dan kain.

Hanya, bangunan Candi Lor yang memiliki nilai sejarah itu kondisinya memprihatinkan, tidak begitu terawat dan banyak yang rusak. Kondisi rusak terlihat pada bagian dinding-dinding candi, di mana tumpukan batu batanya terus mengalami aus dan berserakan.

Hernowo, salah satu anggota Komunitas Masyarakat Peduli Sejarah Nganjuk menyampaikan, Candi Lor merupakan candi peninggalan Agama Hindu yang memiliki sejarah sangat tinggi. Melihat dari bentuk bangunannya, Candi Lor diperkirakan berumur ribuan tahun. Hanya kondisinya banyak yang rusak sehingga membutuhkan perhatian agar tidak semakin parah.

“Kalau melihat bentuk bangunan candi ini, memiliki nilai sejarah yang tidak main-main,’ terang Hernowo saat mengunjungi Candi Lor, beberapa hari lalu.

Kendati  terus mengalami rusak, namun hampir setiap hari, Condi Lor banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik dari lokal Nganjuk maupun luar daerah.

Reporter: Sukadi

Editor: Yuniar N.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *