Berita Utama Lintas Daerah News Politik Regional

Srikandi Hanura Nganjuk Terima Pelatihan Seni Decoupage

Ciptakan Perempuan Indpenden dan Tangguh

NGANJUK – ANJUKZONE – Srikandi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan pelatihan ketrampilan seni decoupage di salah satu rumah makan, Kelurahan Kramat, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, Minggu, 10 Maret 2019. Pelatihan diikuti sekitar 300 Srikandi Hanura di Kabupaten Nganjuk.

Gayatri A. Ardhinindya, Ketua Umum Srikandi Hanura Jawa Timur menyampaikan, pelatihan ketrampilan seni decuopage bertujuan sebagai bekal memberi ketrampilan kepada para wanita di kabupaten Nganjuk tentang seni menempel gambar pada media tas, tempat pensil, atau tempat make up. “Saya juga baru tahu, ternyata hasilnya menyerupa lukisan dan artistik,” terang Gayantri, calon anggota DPR RI Dapil Jawa TImur VIII, di tengah pelatihan didamping Desy Natalia Widya, calon DPR Provinsi Dapil Jawa Timur XI dari Partai Hanura ini.

Desy Natalia Widya membimbing peserta ketrampilan seni decoupage (foto-sukadi)

Hal ini menurut Gayatri, kegiatan pelatihan sengaja memperdayakan kaum perempuan sebagai kegiatan sampingan.

“Selain mengurus anak dan suami, mereka dapat menjadi perempuan yang indpenden. Mereka harus memiliki ketrampilan untuk menopang perekonomian keluarga dan menjadi perempuan yang lebih mandiri dan tangguh,” tegasnya.

Apalagi, pada 8 Maret 2019 kemarin, bertepatan dengan hari perempuan Internasional, sehingga Srikandi Hanura mengumpulkan para perempuan untuk melakukan sebuah kegiatan positif, berupa pelatihan. Hasilnya, para perempuan dapat mengembangkan sebagai kegiatan sampingan yang bernilai ekonomi cukup tinggi.

Peserta pelatihan sedang mempraktikkan teknil menempel decoupage (foto-sukadi)

“Apabila ditekuni, seni decoupage dapat dipasarkan, tidak hanya di dalam negeri, namun bisa menembus tingkat ekspor,” katanya.

Selama pelatihan, nampak salah seorang pembimbing, memandu setiap peserta pelatihan, mulai cara menggunting gambar, menempel, hingga proses finishing.

Hasil decoupage yang sudah jadi, siap dipasarkan (foto-sukadi)

Desiana, peserta pelatihan ketrampilan seni decoupage asal Pace, memyampaikan, mendapat manfaat banyak dari mengikuti pelatihan. Para peserta dapat memperoleh pengetahuan, bagaimana teknik menempel sebuah gambar pada media yang telah disediakan, seperti tas, tempat pensil, maupun tempat make up.

“Ketrampilan seni decoupage sangat cocok bagi kaum ibu, karena prosesnya mudah dan tidak banyak menyita waktu,” terangnya.

Untuk itu, Desiana berencana mengumpulkan kaum ibu untuk diberi pembekalan, teknik seni decoupage.

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *