Berita Utama Lintas Daerah News Regional

Nganjuk Selatan dan Barat Diterjang Banjir Bandang

Ratusan Rumah Warga hingga Infrastruktur Ikut Terendam

NGANJUK –ANJUKZONE – Banjar bandang menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Nganjuk, Selasa malam, 05 Maret 2019. Air yang meluap dari Sungai Kuncirdan Bodor tersebut mengalir ke beberapa anak sungai di Nganjuk wilayah Selatan dan Barat.

Berdasarkan data dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Nganjuk, banjir mengakibatkan ratusan rumah penduduk terendam antara 25 sentimeter hingga 1 meter. Selain menggenangi rumah penduduk, banjik juga merendam areal persawahan,jalan raya, menjeboltanggul sungai, menghanyutkan jembatan darurat, hingga menggenangi institusi sekolah TK dan gedung Polindes.

Salah satu lokasi dengan kondisi genangan air tertinggi ada di Desa Pesudukuh, Kecamatan Bagor. Puluhan rumah warga terendam dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter, atau setinggi pinggang orang dewasa.

Data lain, beberapa lokasi yang dilanda banjir antara lain di Dusun Bringkil Desa Tiripan Kecamatan Berbek, Desa Sonopatik, Kecamatan Berbek, Dusun Bulutawing Desa Bulu Kecamatan Berbek, Desa Girirejo Kecamatan Bagor, Desa Gandu Kecamatan Bagor, Desa Sekarputih Kecamatan Bagor, Desa Pesudukuh Kecamatan Bagor, Desa Ngudikan Kecamatan Wilangan, Kelurahan Ganungkidul Kecamatan Nganjuk, Desa Banaran,Kecamatan Pace, dan Desa Sumengko,Kecamatan Sukomoro.

Di Sumengko, Kecamatan Sukomoro, air merendam ratusan rumah warga,persawahanyang ditanami padi, dan jalan raya. Ketinggianmencapa antara 25 senti meter hingga 60 senti meter.

Sedangkan di Desa Banaran, Kecamatan Pace,banjir menyebabkan tujuh titik tanggul jebol dan satu jembatan penghubung dua desa, Patihan dan Banaran putus.

Nampak beberapa warga dibantu anggota TNI dan polisi bergotong-royong menyambung kembali jembatan darurat yang putus dengan mengembalikan sisa sesek yang digunakan sebelumnya.

Serta, terkait tanggul yang jebol, warga menutupnya kembali dengan karung berisi tanah.

“Ini untuk sementara, kami timbun dengan tanah yang dimasukkan dalam karung. Untuk selanjutnya, kami belum tahu, bisa bertahan lama atau tidak, karena kalau nanti datang banjir lagi kuatirnya ambrol lagi,”kata Mohammad Tohari, warga Desa Banaran,Kecamatan Pace.

Di Desa Girirejo, Kecamatan Bagor, air bah merendam gedung TK Pertiwi dan Polindes Girirejo. Sampai pagi ini masih ada sisa genangan banjir, dan petugas gabungan dari berbagai instansi masih melakukan upaya pembersihan.

Koordinator Tagana Nganjuk, Aries Trio Effendi mengatakan, sebelum terjadi banjir turun hujan deras sejak pukul 20.00 WIB. Puncaknya, air bah naik ke jalan raya hingga masuk ke rumah-rumah warga mulai pukul 23.00 WIB.

Seluruh tim relawan masih bersiaga sampai larut malam mengingat, sungai-sungai dalam keadaan meluap.

Sementara itu, selain banjir bandang, juga terjadi bencana tanah longsor di Desa Bareng, Kecamatan Sawahan malam itu.

Reporter :Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *