Berita Utama Birokrasi Lintas Daerah News Regional

5 Jeglongan Sewu Terparah di Nganjuk

NGANJUK – ANJUKZONE – Hampir seluruh wilayah di Kabupaten Nganjuk ditemukan kondisi jalan rusak parah. Warga menyebutnya dengan istilah “Jeglongan Sewu,” sebagai sindirin terhadap pemerintah daerah Kabupaten Nganjuk. Kondisi jalan menyerupai kubangan atau jeglongan yang dalam. Jeglongan Sewu tersebut sebagian disebabkan dampak pembangunan jalan tol Trans Jawa yang melintas di daerah Kabupaten Nganjuk, karena sering dilalui truk bertonase berat, material  proyek tol. Sebagian lain, karena memang kondisinya rusak sejak lama dan tidak mendapat perbaikan. Akibatnya, banyak kecelakaan bagi pengguna jalan.

Berikut lima jeglongan paling rusak, dampak jalan tol dan faktor lain yang belum mendapat perhatian di Nganjuk versi anjukzone.com.

  1. Jalan Begadung
Jalan Begadung (foto-sukadi)

Jalan kabupaten ini kondisinya sangat memprihatinkan. Sepanjang sekitar dua kilometer, hampir seluruhnya rusak parah. Tampak banyak jenglongan di sana-sini, mulai terlihat dari perempatan Begadung, Kecamatan Kota Nganjuk  hingga pasar Desa Ngrengket, Kecamatan Sukomoro. Lebih-lebih bila hujan turun, pengguna jalan harus ekstra hati-hati bila tidak ingin terjerembab dalam kubangan berlumpur. Selain itu, kondisi aspal sudah mengelupas, dan berantakan. Jalan ini terbilang sering dilalui kendaraan truk bertonase berat saat pembangunan proyek tol berlangsung.

Menurut Ipin, penjual nasi goreng di perenpatan Jegles, Begadung, sering terjadi kendaraan roda dua terjebak jeglongan hingga jatuh di sepanjang jalan rusak ini. Yang paling sering, mereka jatuh di selatan perempatan Jegles.

“Sebelum diurug tanah, banyak anak sekolah yang jatuh, masuk jeglongan,” katanya.

2. Jalan Putren

Jalan Putren (foto-sukadi)

Sama seperti jalan Begadung hingga Desa ngrengket, jalan Desa Putren yang paling sering dilewati truk pengangkut material proyek tol. Sehingga kondisi jalan yang satu ini lebih memprihatinkan. Hampir sepanjang jalan  terdapat jeglongan cukup dalam. Dari ujung ke ujung banyak lubang menganga, mengancam keselamatan pengguna jalan. Tak heran, sering terjadi kecalakaan, terutama pelajar, karena  tidak sabar bergantian untuk melintas. Bukan hanya rusak, jalan sepanjang belasan kilometer mulai dari Desa Ngrengket – Putren – Bagorwetan, Ngrami, belok ke utara Gondang ini juga licin karena lumpur. Saat hujan turun, hampir seluruhnya tergenang air.

3. Jalan Kedungdowo – Mlorah

Jalan Kedungdowo – Mlorah (foto-sukadi)

Jalan Desa Kedungdowo , Kecamatan Nganjuk hingga  Mlorah, Kecamatan Rejoso ini berdekatan dengan perlintasan tol. Sehingga sering dilewati truk pengangkut material proyek tol. Jalan dengan panjang sekitar dua kilometer ini, kerusakan dirasakan pengguna jalan sejak proyek mulai dibangun. Bukan hanya licin namun banyak lubang yang dalam dan terlihat bebatuan. Hampir sepanjang jeglongan ini tidak kelihatan aspalnya. Bagi pengenadara jalan ini disarankan lebih ekstra hati-hati, karena lubang-lubang yang dalam sering menjebak. Bila ada pengendara sepeda motor yang takut jatuh, mereka lebih memilih mendorong kendaraannya. Dan baru dinaiki setelah lepas dari jalan yang rusak.

Menurut keterangan Suraji, penjual Bakso Dusun Gebangayu, Desa Kedungdowo, sering kecelakaan terjadi di utara flying over jalan Tol. “Sering melihat, mobil ambulance membawa korban,” katanya, Sabtu, 03 Maret 2019.

4. Jalan Tanjungkalang

Jalan Tanjungkalang (foto-sukadi)

Jalan di Desa Tanjungkalang, Kecamatan Ngronggot ini jauh dari dampak proyek jalan tol. Namun kerusakan jalan  desa itu sangat parah. Bahkan kerusakan benar-benar menyerupai kolam pemancingan. Anehnya, meski telah lama rusak, belum ada tanda-tanda untuk diperbaiki.  Akhirnya, sejumlah warga melakukan aksi protes dengan menyebar puluhan kilogram ikan lele ke jeglongan yang digenangi air. Warga sengaja melakukan aksi ini, agar pemerintah terkait segera memperbaiki jalan yang rusak, karena sudah sering kali menyebabkan kecelakaan.

Nur Efendi, kepala desa setempat mengaku sudah seringkali mengirimkan surat ke pemerintah daerah. Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak terkait tindakan sejumlah warga yang melakukan aksi tersebut. Ia menyebut masih terdapat 3 titik jalan yang kondisinya rusak parah.

5. Jalan Tawang

Jalan Tawang (foto-sukadi)

Jalan Tawang, Desa Gemenggeng, Kecamatan Bagor ini tidak pernah dilewati truk material proyek tol. Namun sudah empat tahun jalan desa yang menghubungkan dua kecamatan, Bagor dengan Rejoso ini ambrol dan belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah Nganjuk. Kondisinya benar-benar rusak parah, sehingga tidak lagi dapat dilalui kendaraan roda empat. Sementara warga yang nekat melintas di jalan ambrol, hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua atau jalan kaki.

Jalan beraspal ini terputus total pada seluruh bagian badan jalannya, dengan lebar sekitar 6 meter, panjang 15 meter dengan kedalaman 4 meter. Seluruh material jalan longsor ke sungai di dekatnya.

Menurut Mardhani, warga Gempol, Kecamatan Rejoso, sering terjadi kecelakaan, terutama anak-anak pelajar saat musim hujan karena licin dan sempit. Waktu malam hari, total warga tidak berani melintas, karena gelap.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *