Berita Utama Budaya Entertainment Nasional News Wisata

Lima Raja Indonesia Paling Ditakuti Lawan

Di Indonesia, memiliki tokoh raja-raja yang dikenal hingga negara manca. Ketenaran para raja tersebut, lantaran ketegasan dalam memimpin rakyatnya dan kekuatan para tentaranya. Berikut lima raja Indonesia yang paling ditakuti oleh lawan menurut versi anjukzone.com.

  1. Hayam Wuruk – Kerajaan Majapahit

Hayam Wuruk adalah salah satu raja kerajaan Majapahit yang sangat hebat. Di tangannya, Majapahit mampu menguasai banyak sekali wilayah di nusantara. bahkan sampai ke wilayah semenanjung Malaya yang saat ini menjadi negara Malaysia. Kejayaan ini bisa dicapai atas bantuan tangan kanannya yang kita kenal dengan nama Patih Gajah Mada.

Gajah Mada

Hayam Wuruk tak hanya menguasai banyak wilayah saja. Ia juga mengembangkan sistem perdagangan hingga membuat negerinya kian makmur. Selain itu ia juga banyak sekali melakukan hubungan diplomasi dengan banyak kerajaan hingga akhirnya kekuatan majapahit kian tak bisa ditandingi. Sayangnya majapahit arus runtuh dan berganti kerajaan baru akibat islam mulai masuk negeri ini. Sekarang coba bayangkan jika Indonesia masih memiliki kerajaan terhebat ini? Kira-kira apa yang akan terjadi ya?

2. Jayabaya – Kerajaan Kadiri

Jayabaya adalah salah satu raja dari kerajaan Kadiri. Ia disebut-sebut sebagai raja terhebat dalam sejarah berdirinya kerajaan ini. Di tangannya, banyak sekali wilayah takluk dan bertekuk lutut. Salah satu kerajaan yang akhirnya menjadi wilayah dari Kadiri adalah Jenggala. Kerajaan ini akhirnya menyebar dan hampir menguasai semua wilayah di Jawa Timur.

patung mahkota Jayabaya

Kehebatan perang yang terjadi antara Kadiri dan Jenggala pun dianggap sebagai perang yang suci. Mirip sekali dengan perang antara Pandawa dan Kurawa. Hal ini tertulis dalam sebuah Kakawin Bharatayuddha yang digubah oleh Empu Sedah dan Empu Panuluh pada tahun 1157. Sayangnya, Kerajaan Kadiri ini akhirnya runtuh akibat perang dengan Kerajaan Tumapel.

3. Kertanegara – Kerajaan Singasari

Kertanegara adalah raja terakhir dari Singasari. Ia memerintah selama 20 tahun mulai tahun 1272-1292. Di bawah kepemimpinannya, Singasari menjadi kerajaan yang sangat hebat. Bahkan mulai mengalihkan wawasannya ke luar Pulau Jawa. Akhirnya sang raja mulai mengirimkan kapal-kapal untuk melakukan ekspedisi Palamayu. Ekspedisi ini dilakukan untuk menjadikan Sumatra sebagai benteng yang mampu menghadang serangan tentara dari Mongolia.

Perang tentara Singosari melawan Mongolia

Pada masa Kertanegara, persahabatan dengan kerajaan di luar negeri mulai terjalin dengan baik. Kehebatan Singsari bahkan sampai ke telinga Kubilai Khan yang menjadi Kaisar Mongol. Mereka bahkan sampai mengirim utusan dan mengantarkan surat yang isinya agar Singasari mau mengakui kedaulatan Mongolia. Dan tentu saja hal ini ditolak secara tegas. Menurut kitab Negarakertagama, Singasari banyak sekali menguasai wilayah di Indonesia dan luar negeri seperti Melayu, Bali, Pahang, Gurun dan Bakulapura.

4. Tribuwana Tungga Dewi – Kerjaan Majapahit

Tribuwana adalah ratu pertama dari Kerajaan Majapahit. Ia naik tahta atas bantuan ibunya yang bernama Gayatri. Ada yang bilang jika Tribuwana hanyalah boneka dari Gayatri, namun nyatanya Tribuwana mampu menjadi seorang yang hebat dan membuktikan jika dirinya mampu melakukan banyak hal dan membuat Majapahit menjadi negeri yang sangat hebat.

Gajah Mada dan Tribhuwana Tungga Dewi

Di tangan Tribuwana, kerajaan ini mulai memasuki masa keemasan. Ia menaklukkan beberapa kerajaan yang ada di Bali dan menaklukkan sisa kerajaan Sriwijaya. Saat Tribuwana memerintah ia mengangkat Gajah Mada yang akhirnya memberikan Sumpah Palapa yang masih kita kenal sampai sekarang. Pada masa ini kejayaan Majapahit mulai nampak hingga akhirnya diteruskan oleh Hayam Wuruk.

5- Ratu Shima – Penguasa Kerajaan Kalingga

Shima adalah ratu penguasa Kerajaan Kalingga yang terletak di pantai utara Jawa Tengah sekitar tahun 674 masehi.

Dalam memerintah, sang Ratu Shima menerapkan hukum yang keras dan tegas untuk memberantas pencurian dan kejahatan, serta untuk mendorong agar rakyatnya senantiasa jujur.

Ratu Shima

Dikisahkan, seorang raja asing yang meletakkan kantung berisi emas di tengah-tengah persimpangan jalan dekat alun-alun ibu kota Kalingga.

Raja asing ini melakukan hal itu karena ia mendengar kabar tentang kejujuran rakyat Kalingga dan berniat menguji kebenaran kabar itu. Tidak seorangpun berani menyentuh kantung yang bukan miliknya itu. Tiga tahun kemudian, seorang putra mahkota Shima, secara tidak sengaja menyentuh kantung itu dengan kakinya.

Mulanya sang ratu menjatuhkan hukuman mati untuk putranya, akan tetapi para pejabat dan menteri kerajaan memohon agar sang ratu mengurungkan niatnya itu dan mengampuni sang pangeran. Karena kaki sang pangeran yang menyentuh barang yang bukan miliknya itu, maka ratu menjatuhkan hukuman memotong kaki sang pangeran.

Masa kepemimpinan Ratu Shima menjadi masa keemasan bagi Kalingga sehingga membuat raja-raja dari kerajaan lain segan, hormat, kagum sekaligus penasaran. Hanya, pamor Ratu Shima dalam memimpin kerajaannya membuat hatinya resah, karena wong cilik hingga para pejabat tidak ada yang berani bertatap muka dengannya.

Mahapatih, patih, mahamenteri, dan menteri, hulubalang, jagabaya, jagatirta, ulu-ulu, tak ada yang berani menentang sabda pandita ratunya.

Penulis : Sukadi

Editir : Yuniar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *