Berita Utama Birokrasi Lintas Daerah Nasional News Politik Regional

Budiono Sapa Warga Muhammadiyah Nganjuk

Serap Aspirasi tentang Sistem Ketatanegaraan Indonesia dan Pelaksanaan UUD Negara RI Tahun 1945

NGANJUK – ANJUKZONE – Anggota MPR RI, Drs. H. A. Budiono, M.Ed. kembali menyapa konstiuennya di daerah pemilihannya, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Sambil menyapa, wakil rakyat yang juga anggota Badan Pengkajian MPR RI ini juga melakukan penyerapan aspirasi masyarakat tentang “Sistem Ketatanegaraan Indonesia dan Pelaksanaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, Rabu, 13 Pebruari 2019.

Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Nganjuk, sebagai narasumber adalah Drs. H.A. Budiono, M.Ed., anggota MPR RI Daerah Pemilihan Provinsi Jawa Timur, Drs. H. Arifin Abduh, M.Si., Ketua PDM Nganjuk, serta diikuti oleh 150 warga Muhammadiyah Nganjuk.

Budiono menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan fungsi representasi melalui kegiatan serap aspirasi, mendengar dan menerima pengaduan masyarakat. “Termasuk pengaduan atas kinerja akuntabilitas publik instansi pemerintah,” papar Budiono.

Lanjutnya, menyerap aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Menurut Budiono,dengan terlaksananya kegiatan serap aspirasi dengan masyarakat diharapkan sebagai umpan balik bagi anggota MPR RI dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Sistem Ketatanegaraan Indonesia dan Pelaksanaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Hal yang sama disampaikan Drs. H. Arifin Abduh, M.Si., Ketua PDM Nganjuk,

bahwa  bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang lahir dan dilahirkan dari beragam perbedaan asal dan latar belakang manusia, yang menyatu dalam bingkai persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Negara ini terbangun dalam perjalanan panjang sejarah bangsanya yang berliku-liku dan penuh perjuangan serta pengorbanan pendahulunya, bukan saja darah, keringat, air mata dan kobaran semangat tetapi juga pengorbanan jiwa dan raganya,” terang narasumber.

Sedangkan Ideologi Pancasila, tegas Drs. H. Arifin Abduh, M.Si, merupakan sintetis dari berbagai macam ideologi, filosofi dan pandangan hidup bangsa-bangsa dunia sebagai penyempurna persatuan dan kesatuan lahirnya negeri Merah Putih Indonesia.

Kalau Sila pertamanya mengandung konsep monoteisme yang menjadi sumber nilai, dan ini merupakan esensi dasar kehidupan, dimana sila yang keduanya merupakan konsep humanisme, sila ketiganya konsep nasionalisme dan sila keempatnya mengandung konsep demokrasi serta sila terakhirnya sebagai pelengkap, penyempurna nilai keadilan yang memaknai kehidupan sosialnya.

“Maka sungguh sempurna ideologi, filosofi dan pandangan hidup Pancasila ini untuk sepatutnya selalu dipahami dan diamalkan,” katanya.

Sekadar diketahui, serap aspirasi juga diwarnai sesi tanya jawab antara peserta dengan kedua nara sumber seputar ideologi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Tanya jawab dapat disampaikan secara langsung maupun tertulis, hasilnya untuk dijadikan bahan kajian anggota MPR RI Budiono dalam persidangan di Gedung Senayan Jakarta.(adv)

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *