Berita Utama Birokrasi Lintas Daerah News Politik Regional

Bupati Novi Tetap Lantik Calon Kades dengan Nilai Draw

NGANJUK – ANJUKZONE – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang berlangsung pada Selasa, 12 Februari 2019 menyisakan masalah. Di beberapa desa telah terjadi ketidak-puasan dari calon yang kalah. Mereka menganggap, peran panitia penyelenggara pilkades tidak fair dan memihak.

Kali ini, rasa tidak puas ditunjukkan oleh calon kades nomor urut 3, Sihat Raharjo yang kalah dari Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos.

Berikut adalah aksi yang ditempuh oleh Sihat Raharjo. Selama proses pencoblosan berjalan lancar. Namun setelah dilakukan penghitungan kartu suara, dari 4 calon kades, masing-masing Muhajir nomor urut 1, Shinta, S.Pd nomor urut 2,  Sihat Raharjo nomor urut 3, dan Jumali nomor urut 4. Hanya di akhir penghitungan, didapat ada dua calon yang memperoleh suara sama. Yakni Sihat Raharjo nomor urut 3 dan Jumali nomor urut 4, keduanya mendapat 833 suara. Sedangkan nomor urut 1 mendapat 564 suara dan nomor urut 2 mendapat 509 suara.

Kendati terdapat dua calon kades yang memperoleh angka draw, namun panitia tetap memutuskan, salah satu dari calon, Jumali nomor 4 sebagai pemenangnya.

Karuan, keputusan panitia pilkades yang dinilai memihak kepada Jumali, kontan mematik reaksi keras dari pihak Sihat Raharjo. Lantaran, surat suara yang seharusnya sah dan menambah perolehan suara bagi dirinya, dianggap tidak sah oleh panitia.

Sihat Raharjo berharap Bupati Nganjuk menunda pelantikan hasil pilkades ini, karena masih ada permasalahan. Dia juga meminta agar panitia kembali menghitung ulang surat suara yang tidak sah.

“Kalau ada dua coblosan di surat suara namun masih dalam kolom gambar saya, apa itu tidak sah, ini kan tidak benar. Saksi saya jelas-jelas mengatakan jika surat suara yang mencoblos saya ada lima surat suara dengan coblosan dua masih dalam satu kotak gambar saya, kenapa tidak sah,” kata Sihat dengan nada bertanya.

Untuk itu, dia berusaha melakukan upaya di antaranya dengan mengajukan surat keberatan kepada Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidayat, panitia pilkades maupun BPD serta akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Tadi pagi surat sudah saya ajukan kepada Bupati Nganjuk, dan siang ini akan kita gugat ke PTUN. Ini masih nunggu pengacara saya,” ujarnya.

Kendati demikian, Bupati Novi tetap melantik Jumali sebagai Kades Mojoduwur definitif.

Sampai berita ini ditulis, panitia pilkades Desa Mojoduwur Kecamatan Ngetos belum bisa dikonfirmasi. Sedangkan surat suara masih diamankan di kantor desa setempat dengan dijaga oleh para perangkat desa atau pamong blok serta perwakilan dari masing-masing cakades.

Sementara itu, Bambang S, Camat Ngetos saat dikonfirmasi sejumlah wartawan mengatakan, ditetapkannya calon kades nomor urut 4 sebagai pemenang oleh panitia itu, sudah sesuai dengan peraturan bupati.

“Itu manusiawi, karena memang ada perbedaan persepsi antara panitia dan cakades. Kalau penetapan pemenang itu sudah sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 16 tahun 2017, yang mengatakan jika di dusun atau lingkungan dengan DPT terbanyak cakades mendapat perolehan terbesar, itulah pemenangnya. Untuk tepatnya saya harus baca perbupnya,” katanya.

Meski begitu, Bambang juga menyatakan jika dalam satu kolom atau kotak cakades ada dua coblosan, tetap dinyatakan sah selama tidak mengakibatkan rusaknya surat suara.

“Meskipun dua coblosan tetap sah, kalau berada dalam satu kolom atau kotak satu cakades. Tapi kalau dari dua coblosan itu mengakibatkan rusaknya surat suara, panitia menganggap tidak sah,” jelasnya.

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar N.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *