Berita Utama Birokrasi Lintas Daerah Nasional News Politik Regional

Warga NU Prambon Bertemu Anggota MPR RI Drs. H.A. Budiono, M.Ed dalam Jaring Aspirasi

NGANJUK – ANJUKZONE – Drs. H. A. Budiono, anggota MPR RI daerah pemilihan Provinsi Jawa Timur secara intesif menyelenggarakan penjaringan aspirasi dari masyarakat kalangan bawah. Bukan hanya satu wilayah, wakil rakyat yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Jawa Timur ini telah melakukan penjaringan aspirasi di sejumlah wilayah daerah pemilihannya. Seperti baru-baru ini dilakukan di wilayah Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. Budiono bekerjasama dengan Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul ‘Ulama (NU) Kecamatan Prambon,  Jumat, 01 Pebruari 2019. Adapun tema yang diangkat dalam jaring aspirasi adalah “Sistem Ketatanegaraan Indonesia dan pelaksanaan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945”.

Menurut Budiono, tujuan  diselenggarakannya serap aspirasi masyarakat adalah guna melaksanakan fungsi representasi melalui kegiatan serap aspirasi, mendengar dan menerima pengaduan masyarakat, termasuk pengaduan atas kinerja akuntabilitas publik instansi pemerintah.

Dalam paparannya Budiono menyampaikan bahwa suatu dasar negara akan kuat, lanjut Budiono, apabila dasar tersebut berasal dari berakar pada diri bangsa yang bersangkutan. Bangsa Indonesia mempunyai dasar negara yang bukan jiplakan dari luar, akan tetapi asli Indonesia.

“Sesungguhnya, unsur-unsur Pancasila telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak dahulu, terdapat dalam berbagai agama dan kepercayaan, bahasa, adat istiadat, dan kebudayaan,” tegas Budiono di Pondok Pesantren Gedong Tegaron Prambon, diikuti 150 warga NU.

Hal serupa disampaikan KH. Syamsuddin al Aly, Ketua PCNU Kabupaten Nganjuk bahwa  bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang lahir dan dilahirkan dari beragam perbedaan asal dan latar belakang manusia, yang menyatu dalam bingkai persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Negara ini terbangun dalam perjalanan panjang sejarah bangsanya yang berliku-liku dan penuh perjuangan serta pengorbanan pendahulunya, bukan saja darah, keringat, air mata dan kobaran semangat tetapi juga pengorbanan jiwa dan raganya,” terang narasumber.

Sedangkan Ideologi Pancasila, tegas KH. Syamsuddin al Aly, merupakan sintetis dari berbagai macam ideologi, filosofi dan pandangan hidup bangsa-bangsa dunia sebagai penyempurna persatuan dan kesatuan lahirnya negeri Merah Putih Indonesia.

Kalau Sila pertamanya mengandung konsep monoteisme yang menjadi sumber nilai, dan ini merupakan esensi dasar kehidupan, dimana sila yang keduanya merupakan konsep humanisme, sila ketiganya konsep nasionalisme dan sila keempatnya mengandung konsep demokrasi serta sila terakhirnya sebagai pelengkap, penyempurna nilai keadilan yang memaknai kehidupan sosialnya.

“Maka sungguh sempurna ideologi, filosofi dan pandangan hidup Pancasila ini untuk sepatutnya selalu dipahami dan diamalkan,” katanya.

Sekadar diketahui, serap aspirasi juga diwarnai sesi tanya jawab antara peserta dengan kedua nara sumber seputar ideologi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Tanya jawab dapat disampaikan secara langsung maupun tertulis, hasilnya untuk dijadikan bahan kajian anggota MPR RI Budiono dalam persidangan di Gedung Senayan Jakarta.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *