Berita Utama Birokrasi Nasional News Politik

Budiono Jaring Aspirasi MWC NU Tanjunganom

Sistem Ketatanegaraan Indonesia dan Pelaksanaan UUD 1945

NGANJUK – ANJUKZONE – Anggota MPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Jawa Timur Drs. H.A. Budiono, M.Ed kembali menyerasp aspirasi masyarakat bawah. Kali ini wakil rakyat yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Timur menyerap aspirasi bersama Majelis Wakil Cabang (MCW) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, 25 Januari 2019. Serap aspirasi diikuti 150 orang warga NU tersebut mengambil tema “Sistem Ketatanegaraan Indonesia dan pelaksanaan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945”.

Menurut Budiono, tujuan  diselenggarakannya serap aspirasi masyarakat adalah guna melaksanakan fungsi representasi melalui kegiatan serap aspirasi, mendengar dan menerima pengaduan masyarakat, termasuk pengaduan atas kinerja akuntabilitas publik instansi pemerintah.

Dalam paparannya Budiono menyampaikan bahwa konsep Negara Hukum mempunyai karakteristik sebagai berikut, penyelenggaraan negara berdasar Konstitusi, kekuasaan Kehakiman yang merdeka,penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, kekuasaan yang dijalankan berdasarkan atas prinsip bahwa pemerintahan, tindakan dan kebijakannya harus berdasarkan ketentuan hukum.

Sedangkan, KH. Ali Musthofa Said,  Rais Syuri’yah NU Nganjuk menyampaikan bahwa dalam sistem politik demokratis seperti sekarang ini, penyelenggaraan negara serta pemerintahan dipegang oleh organisasi politik atau partai politik, baik yang duduk di lembaga legislatif maupun eksekutif. Semua aspirasi politik disalurkan melalui organisasi politik yang ada.

“Sementara organisasi kemasyarakatan seperti NU memfokuskan diri pada pengembangan pendidikan dakwah dan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat,” terang narasumber KH. Ali Musthofa Said di Kantor MWC Tanjunganom.

Lanjutnya, tetapi dalam kenyataannya dewasa ini banyak kalangan rakyat yang menyampaikan bebagai aspirasinya, terutama mengenai kesejahteraan dan keamanan mereka kepada NU. Padahal semestinya aspirasi tersebut disampaikan kepada partai politik atau wakil mereka yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pengaduan dan aspirasi yang diamanatkan ke NU semakin banyak, sehingga tidak mungkin NU menghindar atau berdiam diri. Di sisi lain NU meihat kondisi kehidupan bermasyarakat dan bernegara banyak mengalami kemerosotan. “Sebagai salah satu pendiri bangsa ini dan sebagai rasa tanggung jawab untuk ikut mengamankan negara, maka NU mulai melakukan kajian serius terhadap berbagai kondisi yang dialami bangsa ini,” ujar

Di tengah acara, dilakukan sesi tanya jawab antara peserta dengan narasumber. Hasilnya, bakal disampaikan dalam persidangan MPR RI, di Gedung Senayan Jakarta. (adv)

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *