Berita Utama Birokrasi Ekonomi Lintas Daerah Nasional News Pertanian Politik Regional

Komisi V DPR-RI Tinjau Proyek Bendungan 880 Ha di Nganjuk

NGANJUK – ANJUKZONE – Pembangunan infrastruktur Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk menarik perhatian anggota Komisi V DPR – RI untuk meninjau lokasi Proyek Strategis Nasional.

Sebelum menuju lokasi, rombongan anggota Komisi V DPR – RI yang dipimpin oleh Sadarestuwati diterima Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat di Pendopo kabupaten, Rabu siang, 30 Januari 2019. Berikutnya, mereka bersama-sama menuju lokasi proyek bendungan di Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso sekitar pukul 13.00 WIB.

Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama jajaran pejabat Forkopimda Kaupaten Nganjuk juga ikut dalam rombongan. Sampai di lokasi, mereka langsung disambut Project Manager PT Brantas Abipraya Persero Djoko Utomo, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Sahroni Sugiarto, dan Konsultan Supervisi Semantok Bambang Adirianto.

Rombongan turun ke lapangan untuk melihat perkembangan fisik proyek, kemudian mendengarkan pemaparan dari pelaksana proyek.

Dalam paparannya kepada rombongan Komisi V, Konsultan Supervisi Semantok, Bambang Adirianto mengatakan, bendungan yang bernilai hampir Rp 2 triliun ini ini terletak di aliran Sungai Semantok. Sedangkan as bendungan, direncanakan terletak di antara bukit yang berda di kanan-kiri Sungai Semantok, dengan jarak 3005 meter.

”Pembangunan bendungan Semantok bertujuan untuk meminimalisir banjir, yang sering terjadi di Kecamatan Rejoso, dan menahan air yang berlimpah pada musim hujan, untuk disalurkan pada musim kemarau,” papar Bambang.

Menurut Bambang, hal ini agar tidak terjadi kekeringan pada area persawahan, sehingga meningkatkan produksi pertanian, karena intensitas panen meningkat. Muaranya, bisa mendongktak taraf ekonomi petani dan pendapatan asli daerah (PAD) Nganjuk.

”Bendungan Semantok yang memiliki luas 880 hektare ini juga dilengkapi dengan kawasan pariwisata,” lanjut Bambang.

Pihaknya juga berharap kerjasama dari Perum Perhutani, untuk membantu penghijauan dengan tinggi pohon maksimal 20 meter. Sehingga, kawasan Semantok yang ditargetkan selesai awal 2021 itu akan menjadi asri dan sejuk.

Menanggapi pemaparan konsultan Semantok, Anggota Komisi V DPR-RI Sadarestuwati  berpesan kepada Bappeda dan instansi terkait lainnya di Kabupaten Nganjuk, agar segera merespons apa yang menjadi kebutuhan pembangunan Semantok.

“Jangan sampai terhambat,” ujar politisi wanita yang akrab disapa Estu tersebut.

Demikian pula untuk Bupati Nganjuk, Estu juga berharap agar secepat berkoordinasi dengan Bupati Bondowoso untuk masalah relokasi lahan hutan.

”Masyarakat sekitar saya harap juga mendukung pembangunan Semantok,” ujar Estu.

Untuk diketahui, menurut data BBWS Brantas, proyek nasional Bendungan Semantok dibagi dalam 2 paket.

Paket 1 dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dengan nilai Rp 909.722.003.000. Sedangkan Semantok paket II dikerjakan oleh PT Hutama Karya dengan nilai Rp 840.202.382.000. Secara keseluruhan megaproyek ini menelan biaya total sekitar Rp 1,8 triliun, yang bersumber dari APBN.

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *