Berita Utama Nasional News Politik

Budiono: Dengarkan Suara Kaum Nahdliyin Ngronggot

Dalam DPM Ketatanegaraan Indonesia dan pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

NGANJUK – ANJUKZONE – Guna melaksanakan fungsi representasi sebagai anggota MPR RI, Drs. H.A. Budiono, M.Ed secara intensif menyerap aspirasi dari masyarakat yang menjadi daerah pemilihannya. Kali ini, penyerapan aspirasi dilakukan bersama MWC-NU Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Senin, 21`Januari 2019.

“Melalui kegiatan serap aspirasi ini, sebagai anggota MPR RI mendapatkan banyak masukan setelah  mendengar dan menerima pengaduan masyarakat,” ujar wakil rakyat yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) daerah pemilihan provinsi Jawa Timur.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama anggota MWC-NU Kecamatan Ngronggot, Budiono menyerap berbagai aspirasi dari masyarakat, mulai dari persoalan ekonomi, sosial, hingga masalah layanan publik, serta berkaitan dengan Ketatanegaraan Indonesia dan pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Aspirasi yang dijaring nantinya dibawa dalam rapat paripurna  MPR RI di Gedung Senayan Jakarta,” tegas budiono di hadapan 150 peseta anggota MWC-NU dengan tema  Arah dan Tahapan Pembangunan Bidang Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Pemerintahan dengan Pemantapan Ideologi Pancasila.

Menurut Budiono, sebagai negara yang besar, Indonesia harus memiliki dasar negara akan kuat. Sedangkan dasar negara yang dimiliki bangsa Indonesia adalah berasal dan berakar pada diri bangsa, bukan menjiplak atau pemberian bangsa lain, melainkan produk asli Bangsa Indonesia.

Hal ini, sebagaimana unsur-unsur Pancasila yang telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak dahulu, terdapat dalam berbagai agama dan kepercayaan, bahasa, adat istiadat, dan kebudayaan. “Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang lahir dan dilahirkan dari beragam perbedaan asal dan latar belakang manusia, yang menyatu dalam bingkai persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Budiono.

Menurutnya, Negara ini terbangun dalam perjalanan panjang sejarah bangsanya yang berliku-liku dan penuh perjuangan serta pengorbanan pendahulunya, bukan saja darah, keringat, air mata dan kobaran semangat tetapi juga pengorbanan jiwa dan raganya.

Sedangkan Ideologi Pancasila, merupakan sintetis dari berbagai macam ideologi, filosofi dan pandangan hidup bangsa-bangsa dunia sebagai penyempurna persatuan dan kesatuan lahirnya negeri Merah Putih Indonesia.

Kalau Sila pertamanya mengandung konsep monoteisme yang menjadi sumber nilai, dan ini merupakan esensi dasar kehidupan, dimana sila yang keduanya merupakan konsep humanisme, sila ketiganya konsep nasionalisme dan sila keempatnya mengandung konsep demokrasi serta sila terakhirnya sebagai pelengkap, penyempurna nilai keadilan yang memaknai kehidupan sosialnya.

“Maka sungguh sempurna ideologi, filosofi dan pandangan hidup Pancasila ini untuk sepatutnya selalu dipahami dan diamalkan,” katanya.

Sekadar diketahui, serap aspirasi juga diwarnai sesi tanya jawab antara peserta dengan kedua nara sumber seputar ideologi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Tanya jawab dapat disampaikan secara langsung maupun tertulis, hasilnya untuk dijadikan bahan kajian anggota MPR RI Budiono dalam persidangan di Gedung Senayan Jakarta.(adv)

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *