Berita Utama Birokrasi Entertainment Nasional Wisata

Waduk Semantok Dipromosikan Sebagai Destinasi Wisata Internasional

Dianggarkan Rp 11,75 Triliun untuk Mengairi Lahan Seluas 1.554 Hektare dan Hasilkan Listrik 1,01 MW

NGANJUK – ANJUKZONE – Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat meninjau progres pembangunan mega proyek Bendungan Semantok di Desa Sambikerep dan Desa Tritik, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa siang,  08 Januari 2019.

Bupati Novi naik motor trail bersama Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, para pejabat Forkopimda Nganjuk, dan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Nganjuk datang ke lokasi proyek dengan mengendarai motor trail.

Bersama rombongan bupati langsung disambut oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Sahroni Sugiarto. Kepala BBWS langsung memberi pemaparan terkait progres pembangunan proyek Semantok di Desa Sambikerep dan Desa Tritik, Kecamatan Rejoso.

“Kami sengaja mengundang Bapak Bupati dan rombongan Pemkab Nganjuk, karena ada beberapa hal yang harus dibahas bersama untuk mendukung progress pembangunan Semantok, ujar Saroni di depan rombongan.

Saat ini, papar Saroni, pembangunan fisik Semantok baru di bawah 5 persen. Namun, masih di bawah target ditetapkan. Waduk ini direncanakan akan dibuka pada tahun 2021 mendatang.

Saroni juga menjelaskan sejumlah permasalahan masih perlu diselesaikan. Antara lain proses ganti lahan dan tanaman milik perhutani hingga relokasi rumah warga terdampak.

BBWS juga sempat menunjukkan vidio tiga dimensi, yang menggambarkan lengkapnya faisilitas pendukung kompleks Waduk Semantok.  Mulai dari landasan helikopter atau helipad, penginapan, rumah dinas, bengkel, toko modern, tempat ibadah, rumah makan, hingga gardu pandang di bibir waduk yang mirip dengan suasana pantai.

Di tempat yang sama, Bupati Novi berharap, Bendungan Semantok yang ditargetkan tuntas pada tahun 2021 itu mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Nganjuk.

Tidak hanya di sektor pertanian, tetapi juga di sektor pariwisata. Bupati memerintahkan seluruh instansi dan perangkat terkait, untuk mempersiapkan promosi Waduk Semantok sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Nganjuk.

“Semantok akan menjadi pusat wisata andalan baru, bisa dinikmati turis dari dalam dan luar kota, bahkan mancanegara. Yang penting lagi, bisa mengangkat perekonomian wargadi sekitarnya,” ujar Novi.

Menurut data BBWS, proyek nasional Bendungan Semantok dibagi dalam 2 paket.

Paket 1 dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dengan nilai Rp 909.722.003.000. Sedangkan Semantok paket II dikerjakan oleh PT Hutama Karya dengan nilai Rp 840.202.382.000. Total megaproyek ini menelan biaya sekitar Rp 1,8 triliun, yang bersumber dari APBN.

Bendungan dibangun di atas lahan 700 hektare, dan akan memiliki kapasitas tampung sekitar 32 juta meter kubik. Diharapkan mampu mengairi lahan seluas 1.554 hektare serta menghasilkan listrik sebesar 1,01 megawatt.

Bendungan Semantok diproyeksikan bisa mengatasi masalah kekeringan di wilayah Nganjuk utara, dan mereduksi banjir yang melanda wilayah Rejoso saat musim hujan tiap tahunnya, serta dapat meningkatkan taraf ekonomi warga.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *