Berita Utama Lintas Daerah News

Terminal Anjuk Ladang Baru Bebas Pedagang Asongan

NGANJUK – ANJUKZONE – Pembangunan Terminal Bus Anjuk Ladang di Kabupaten Nganjuk terus berjalan. Terminal Bus yang pengelolaannya diambil alih oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur itu memiliki klasifikasi sebagai Terminal Type “B”. Hanya, untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para penumpang, Terminal Anjuk Ladang tidak lagi bebas bagi pedagang asongan dan kaki lima.

Sedikitnya sebanyak 116 pedagang asongan (PA) dan pedagang kali lima (PKL) yang biasa mengais rejeki di Terminal Anjuk Ladang mendapatkan sosialisasi dari pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk, dibantu anggota TNI Koramil 0810/01 Nganjuk, Sub PM Nganjuk dan Polres Nganjuk,Kamis, 10 Januari 2019.

Kepala Terminal Anjuk Ladang, Eko Irianto S. Sos MM menyampaikan, setelah gedung baru Terminal Anjuk Ladang diresmikan, semua PKL dan PA tidak lagi diijinkan untuk berjualan di area terminal. “Terminal Anjuk Ladang sekarang pengelolaannya diambil alih oleh provinsi, sedang untuk edagang asongan dan pedagang kali lima tidak lagi diperbolehkan berjualan di area terminal,” terang Eko Irianto di hadapan para PKL dan PA di lokasi terminal baru.

Hariono, (42) salah satu PA yang selama ini berjualan di area Terminal Anjuk Ladang keberatan bila dilarang untuk berjualan di area terminal. Untuk itu, pihaknya mendesak pihak terminal agar tetap diijinkan untuk berdagang. Bila tetap tidak diijinkan, setidaknya pemerintah memberikan solusi.

“Kami bersama teman-teman PKL dan asongan sudah lama berjualan di area terminal, bila tidak diijinkan harus ada solusinya,” ujar Hariono.

Terhadap keluhan para PKL dan PA, Eko Irianto menegaskan, menjelang peresmian gedung baru, Terminal Anjuk Ladang harus benar-benar steril dari seluruh PKL dan PA. Hanya pihaknya masih memberi tenggat waktu hingga awal Februari 2019, baik PKL dan PA diberi kesempatan berjualan.

“Gedung terminal yang baru akan disediakan kios – kios untuk berjualan bagi para pedagang,sehingga tidak ada lagi pedagang asongan yang berjualan langsung di area atau tempat yang memang dikhususkan untuk kendaraan.” Ungkap Eko Irianto.

Setelah melalui diskusi yang cukup alot, akhirnya tercapai kesepakatan antara Kepala Terminal Anjuk Ladang Nganjuk dengan perwakilan PKL dan PA. Yakni, baik para PKL maupun PA masih dibperboleh untuk berjualan di area terminal hanya terbatas pada pintu masuk dan pintu keluar. “Ini sesuai ketetapan dinas, sewaktu waktu akan disampaikan kembali batas waktu untuk tidak berjualan,” tukasnya.

Reporter: Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *