Berita Utama Hukum Kriminal Lintas Daerah News

Polres Nganjuk Nunggak 285 Kasus di Tahun 2018, Ini Rilisnya

NGANJUK – ANJUKZONE – Di penghujung tahun 2018, Polres Nganjuk membeberkan capaian kinerja dan tunggakan kasus selama satu tahun kepada wartawan.

Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta S.IK,MH, di ruang lobi Mapolres Nganjuk, Senin siang, 31 Desember 2018, pukul 13.00 WIB.

Dalam keterangannya, Kapolres Nganjuk menyebut sebanyak 285 tunggakan kasus yang harus diselesaikan pada tahun baru 2019 ini. Salah satunya yang menonjol, adalah kasus perampokan bersenjata api di dua lokasi minimarket di kawasan Nganjuk kota.

Sedangkan salah satu prestasi Polres Nganjuk sepanjang 2018, adalah keberhasilan tim Satreskrim menungkap tiga kasus pembunuhan besar.

Kapolres menyampaikan, gangguan kamtibmas pada tahun 2017 crime total 439 perkara dan crime clearance 201 perkara. Jadi dapat diungkap sebanyak 45,78 persen. Sementara di tahun 2018, crime total 440 perkara, crime clearance 182 perkara, dapat diungkap 41,36 persen.

Kapolres menjelaskan, tunggakaan sebanyak 258 perkara itu, baik yang ditangani polres maupun polsek jajaran. Sementara gangguan kamtibmas di tahun 2018 yang tertinggi penipuan dengan 83 kasus, disusul curanmor 42 kasus.

“Kasus yang menonjol di tahun 2018 yakni pembunuhan dan kasus perampokan bersenjata api di dua lokasi minimarket,” ujarnya.

Dari Satreskoba, lanjut Dewa, di tahun 2017 ada 93 kasus dan dapat diselesaikan. Sedangkan di 2018 turun menjadi 79 kasus, namun yang dapat diungkap masih 73 kasus yang meliputi sabu-sabu, ganja, pil koplo dan minuman keras.

Untuk kasus miras di tahun 2017 sebanyak 462 perkara dan di tahun 2018 ada 503 perkara. Semuanya sudah terselesaikan dan ditangani dengan tipiring.

Dari satuan lalu lintas, Dewa menyebutkan, di 2017 kecelakaan lalu lintas sebanyak 809 kasus, sementara di tahun 2018 ada 731 kasus, berarti turun 9,64 persen. Tahun 2017, korban meninggal dunia sebanyak 185 jiwa dan tahun 2018 korban meninggal dunia sebanyak 160 jiwa, atau turun 13,51 persen.

Korban luka berat di tahun 2017 sebanyak 13 orang, tahun 2018 sebanyak 15 orang, atau naik 15,38 persen. Luka ringan di tahun 2017 sebanyak 1500 orang, tahun 2018 sebanyak 1489,  turun 0,73 persen.

Dikatakan, langkah yang diambil untuk menekan kejahatan jalanan antara lain meningkatkan patroli dialogis atau patroli kencur dengan mengerahkan semua personel baik roda dua atau roda empat untuk melakukan patroli bersinggungan.

Sedangkan terkait program smart city yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk, kata Dewa, pihaknya telah memasang CCTV di beberapa titik ruas jalan.

Monitor CCTV tersebut nyambung command centre pemkab dan terhubung dengan command centre Polres Nganjuk.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kamtibmas di lingkungannya masing-masing,” tegasnya.

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *