Berita Utama Hukum Kriminal Lintas Daerah News

Berkas P-21 Kades Katerban Langsung Dijebloskan Penjara

NGANJUK – ANJUKZONE – Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Tim Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Nganjuk dalam kasus penyalahgunaan wewenang, Mohamad Subur, Kepala Desa (Kades) Katerban, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, kini kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Nganjuk. Di Kejaksaan Negeri Nganjuk, Kades Katerban dinyatakan sehat dan berkas perkaranya dinyatakan lengkap alias P-21, langsung menjadi tahanan dan dijebloskan ke dalam lembaga pemasyarakatan kelas II-B Nganjuk.

Kades Subur datang ke Kejaksaan Negeri Nganjuk didampingi Tim Penyidik Unit Tipikor Polres Nganjuk dan langsung menuju ruang Kasi Pidana Khusus. Selang bebarapa menit, Kades Subur keluar ruangan dan dibawa menuju lembaga pemasyarakat Kelas II-B Nganjuk menggunakan mobil warna hitam yang sudah disiapkan oleh Kejaksaan Negeri Nganjuk.

Bambang Sukoco, pengacara tersangka mengatakan, Kades Subur telah resmi menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Nganjuk, setelah pelimpahan berkas perkaranya diterima Kejaksaan Negeri. Kades Subur ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan wewenang dalam jabatan, program PTSL tahun 2017. Diakui oleh Kades Subur, bahwa dirinya dengan sengaja menggunakan dana Rp 900 juta dari program PTSL. Uangnya digunakan kepentingan pribadi untuk pembelian mebelair, saund system  dan genset sebesar Rp 600 juta. Sisanya Rp 285 juta disita kejaksaan, sebagai barang bukti.

Hanya tersangka mengelak dikatakan selama proses pengurusan sertifikat PTSL tanpa melalui sosialisasi untuk menentukan harga per sertifikatnya, sebesar Rp 1 juta-an. Justru, saat sosialisasi, pihak dari BPN Nganjuk juga datang menyaksikan.

“Itu tidak benar, kalau dikatakan tidak ada sosialisasi sebelumnya. Justru saat itu, dihadiri pihak BPN,” elak Kades Subur melalui pengacaranya, Bambang Sukoco.

Bambang Sukoco menambahkan bahwa niat awal untuk melakukan tindak pidana bukan dari kliennya, melainkan niat itu muncul dari panitia PTSL Desa Katerban, sekretaris desa, serta pamong blok yang sama-sama ikut menikmati.

Untuk itu tersangka juga berharap semua yang terlibat dalam pengurusan PTSL di Desa Katerban juga dijadikan tersangka.

“Klien saya meminta agar semua yang terlibat dalam kepanitiaan PTSL juga dijadikan tersangka, karena mereka juga sama-sama ikut menikmati,” tukasnya.

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar N.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *