Berita Utama Hukum Kriminal Lintas Daerah News

Kades Ini Akui Benar Sebagian Palsukan Dokumen untuk Nikah

NGANJUK – ANJUKZONE – Kabar pernikahan Spd (39) oknum kepala desa (kades), wilayah Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri dengan DAM, perawan asal Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk telah menjadi perbincangan hangat warga asal mempelai perempuan. Hanya, mereka rata-rata tidak mengetahui bahwa, suami tetangganya adalah seorang kades yang sudah beristri dan memiliki dua anak.

Salah satunya, pernikahan antara Spd dengan DAM dibenarkan oleh Andri Setyo Kepala, Desa Sukorejo, Kecamatan Rejoso. Andri pun juga tidak mengetahui pasti status Spd yang sebenarnya. Yang dia tahu, status seperti yang tertera dalam persyaratan nikah yang dicatat oleh petugas pencatat nikah pada Maret 2018 lalu.

“Benar, surat persyaratan nikah diterima oleh petugas pencatat nikah pada Maret 2018. Mempelai pria inisial Spd, usia 29, alamat Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri. Itu sesuai yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Kaliboto,” terang Andri saat dikonfirmasi, Kamis, 13 Desember 2018.

Menurut Andri, usai resepsi pernikahan, mempelai pria memang jarang berada di Desa Sukorejo. Keduanya pun jarang terlihat berduaan naik mobil walau hanya sekedar cari angin.

“Warga mengira suami DAM ya pengusaha, kan di KTP-nya tertera pekerjaan karyawan swasta. Dan tidak ada yang tahu jika yang menikahi tetangganya itu sejatinya kepala desa seperti dimuat media,” urainya.

Menanggapi pemberitaan adanya dugaan pemalsuan data yang dilakukan oleh Kades Spd, Andri enggan berkomentar banyak. Setahunya, orang dari Kediri yang menikahi warganya itu adalah seorang pengusaha. “Sesuai KTP-nya, pekerjaan swasta, jadi saya tidak tahu,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Spd, salah seorang kepala desa di wilayah Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri, hendak dilaporkan ke Polres Nganjuk dengan tembusan Ditreskrim Polda Jatim dan Kabid Propam Polda Jatim, oleh Agus Musonip, tokoh masyarakat Nganjuk.

Pasalnya, Kades Spd diduga memalsukan dokumen kependudukan demi ambisinya menikahi DAM, gadis belia asal Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Kejanggalan dokumen itu ditengarai munculnya surat persyaratan nikah atau surat keterangan untuk nikah No. 474.2/15/418.99.02/2018, yang ditandatangani oleh Kepala Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, tanggal 19 Maret 2018.

“Kades Spd diduga telah menggunakan data kependudukan palsu yang dikeluarkan oleh Kades Kaliboto, Kecamatan Kediri,” kata Musonip ditemui di Mapolres Nganjuk.

Di dalam surat keterangan untuk nikah itu, lanjut Musonip, Kades Spd melengkapinya dengan fotokopi KTP yang diduga juga dipalsukan, yakni dengan nomor induk kependudukan (NIK) 350620081189002.

“Alamat di KTP yang diduga palsu itu, Jalan Raya Kaliboto, Kecamatan Tarokan, status belum kawin dan pekerjaan karyawan swasta,” bebernya.

Padahal, tegas Musonip, Kades Spd sudah mempunyai istri dan dikaruniai dua orang anak. “KTP aslinya tempat tanggal lahir Kediri, 08-11-1979, namun saat menikah berubah menjadi Kediri, 08-11-1989,” paparnya.

Selain itu, Kades Spd saat mengajukan surat keterangan untuk nikah juga melengkapi dengan fotokopi kartu keluarga (KK) No. 350620070111128, yang diduga juga palsu. “Selanjutnya Kades Spd resmi menikahi DAM,” tukasnya.

Sementara, Kades Spd saat diminta tanggapannya lewat WhatsApp-nya, terkait pemberitaan di sejumlah media massa tentang dirinya, yang bersangkutan menanggapi dingin. Kades Spd mebalas dengan stiker jempol tangan tiga.

Ketika ditanya tentang kebenaran berita dugaan pemalsuan dokumen untuk persyaratan nikah, Kades Spd menjawab, “sebagian benar.”

Dia justru menerima atas pemberitaan yang beredar, agar lebih terkenal. “Injih ga apa biar lbh terkenal. Siapp…, diambil hikmahnya sj,” balas Kades Spd lewat aplikasi WhatsApp-nya.

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *