Berita Utama Hukum Kriminal Lintas Daerah News

Pembunuh Mertua Ini Cemburu Istrinya Sering Keluar Malam bersama Boss-nya

NGANJUK – ANJUKZONE – Tim Satreskrim Polres Nganjuk akhirnya berhasil menangkap pembunuh Siti Munawaroh, (65) warga Desa Banjaranyar Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Pelaku Bernama Sudarsono, diketahui sebagai menantu dari korban ditangkap petugas di Kabupaten Sidoarjo,Sabtu malam, 08 Desember 2018.

Saat ditangkap, pelaku sempat melakukan perlawanan hingga terdapat banyak memar di tubuh pelaku. Hanya pelaku berhasil diringkus dan dibawa ke Mapolres Nganjuk guna proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewan Nyoman Nanta Wiranta dalam rilisnya menyampaikan, pelaku tega menghabisi nyawa mertuanya lantaran dibakar api cemburu terhadap istrinya yang sering diajak keluar malam oleh boss-nya.

Menurut pelaku, mertuanya sering menutup-nutupi keberadaan anak perempuannya ketika ditanya oleh pelaku. Karena jengkel, pelaku memukul kepala korban menggunakan palu sebanyak tiga kali hingga tewas.

”Gara-gara istrinya disuruh pulang tidak mau dan mertuanya ditanya tentang keberadaan anak perempuannya tidak mau memberitahu, maka yang jadi sasaran adalah mertuanya,” terang Kapolres Nganjuk dalam rilis, di ruang loby Mapolres Nganjuk, Minggu malam, 09 Desember 2018 sekitar pukul 19.00 WIB.

Di hadapan polisi, Sudarsono menceritakan, berawal dari istrinya yang bekerja di salah satu pabrik di Nganjuk, sudah 1 bulan tidak pulang. Ketika ditelpon berkali-kali, tidak diangkat. Lantas, keberadaan istrinya ditanyakan kepada mertuanya, tampaknya sang mertua juga menutup-nutupi keberadaan anaknya.

“Kemudian saya tanyakan ke mertua, apakah (istri pelaku,red) sering menilpon, mertua menjawab tidak pernah. Tapi kenyataan mertua sering telpon. Bahkan menurut anak saya yang setiap hari tidur bersama saya, pernah cerita bahwa mamah baru saja telpon. Kalau saya yang telpon tidak diangkat, tapi kalu mertua dan anak saya, dia mau ngangkat,” beber pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai penjual kopi dalam konferensi pers malam itu.

Akhirnya, pelaku mencurigai bahwa istrinya telah ada hubungan spesial dengan boss-nya dan sering mengajak keluar malam. Bahkan pelaku sempat dua kali memergoki, istrinya sedang berhubungan lewat videocall dengan boss-nya. Maka cek-cok sempat terjadi antara pelaku dengan istrinya.

“Sebelum dia pergi, saya sempat ribut,” tegas pelaku.

Sejak itu, inisiatif untuk membunuh muncul. Pertama, lewat pesan pendeknya, pelaku mengancam, “kalau kamu tidak pulang, saya dan anamu mati”, “kalau kamu tidak pulang, saya mati”, “kalau kamu tidak pulang, kamu mati”. Hanya, semua pesan pendek berisi ancaman tersebut tidak satupun yang dibalas oleh istrinya. Hingga berujung, pelaku benar-benar menghabisi nyawa mertuanya menggunakan palu.

Berhasil menghabisi nyawa mertuanya, pelaku sempat panik dan melakukan percobaan bunuh diri dengan cara gantung diri, namun usahanya gagal. Tidak ingin aksinya diketahui petugas, pelaku akhirnya melarikan diri hingga ditangkap petugas di daerah Sidoarjo.

Seperti diberitakan, korban ditemukan pertama kali oleh Amin, warga Kujonmanis, Kecamatan Tanjunganom. Saksi yang secara rutin mendatangi rumah korban setelah shalat subuh itu, menemukan korban dalam kondisi bersimbah darah dalam dapur.

Selanjutnya saksi membangunkan cucu korban, Marscha AS (11), yang akhirnya kejadian ini diberitahukan kepada tetangga sekitar dan melapor ke Polsek Warujayeng.

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *