Berita Utama News Politik

Budiono Serap Aspirasi FKDT Jombang

Arah dan Tahapan Pembangunan Bidang Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Pemerintahan dengan Pemantapan Ideologi Pancasila

JOMBANG – ANJUKZONE – Anggota MPR RI Drs. H.A. Budiono, M.Ed intensif menyerap aspirasi dari kalangan masyarakat bawah. Kali ini, wakil rakyat yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Daerah Pemilihan Provinsi Jawa Timur ini menyerap aspirasi dari Forum Komunikasi Dinniyah Takmiliyah ( FKDT ) Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur, Senin, 10 – 11 Desember 2018. Serapan aspirasi bertajuk “Arah dan Tahapan Pembangunan Bidang Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Pemerintahan dengan Pemantapan Ideologi Pancasila,” sedikitnya diikuti 150 orang, di Pondok Pesantren Al-Falah, Kecamatan Perak Jombang.

Bertindak sebagai narasumber adalah Drs. H. A. Budiono, M.Ed., anggota MPR RI dan KH. Haris Munawir, Ketua PCNU Kabupateb Jombang, serta dihadiri Sekretaris FKDT Kabupaten Jombang, H. Achmad Junaidi, M.Pd.I.

Menurut Budiono, pelaksanaan serapan aspirasi dari kalangan masyarakat bawah ini adalah guna melaksanakan fungsi representasi anggota MPR RI melalui kegiatan serap aspirasi, mendengar dan menerima pengaduan masyarakat.

Selain itu, lanjut Budiono, serap aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Termasuk pengaduan atas kinerja akuntabilitas publik instansi pemerintah,” papar Budiono.

Suatu dasar negara akan kuat, lanjut Budiono, apabila dasar tersebut berasal dari berakar pada diri bangsa yang bersangkutan. Bangsa Indonesia mempunyai dasar negara yang bukan jiplakan dari luar, akan tetapi asli Indonesia.

“Sesungguhnya, unsur-unsur Pancasila telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak dahulu, terdapat dalam berbagai agama dan kepercayaan, bahasa, adat istiadat, dan kebudayaan,” tegasnya.

Hal serupa disampaikan KH. Haris Munawir bahwa  bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang lahir dan dilahirkan dari beragam perbedaan asal dan latar belakang manusia, yang menyatu dalam bingkai persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Negara ini terbangun dalam perjalanan panjang sejarah bangsanya yang berliku-liku dan penuh perjuangan serta pengorbanan pendahulunya, bukan saja darah, keringat, air mata dan kobaran semangat tetapi juga pengorbanan jiwa dan raganya,” terang narasumber yang juga Ketua PCNU Kabupate Jombang..

Sedangkan Ideologi Pancasila, tegas KH. Haris Munawir ,, merupakan sintetis dari berbagai macam ideologi, filosofi dan pandangan hidup bangsa-bangsa dunia sebagai penyempurna persatuan dan kesatuan lahirnya negeri Merah Putih Indonesia.

Kalau Sila pertamanya mengandung konsep monoteisme yang menjadi sumber nilai, dan ini merupakan esensi dasar kehidupan, dimana sila yang keduanya merupakan konsep humanisme, sila ketiganya konsep nasionalisme dan sila keempatnya mengandung konsep demokrasi serta sila terakhirnya sebagai pelengkap, penyempurna nilai keadilan yang memaknai kehidupan sosialnya.

“Maka sungguh sempurna ideologi, filosofi dan pandangan hidup Pancasila ini untuk sepatutnya selalu dipahami dan diamalkan,” katanya.

Sekadar diketahui, serap aspirasi juga diwarnai sesi tanya jawab antara peserta dengan kedua nara sumber seputar ideologi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Tanya jawab dapat disampaikan secara langsung maupun tertulis, hasilnya untuk dijadikan bahan kajian anggota MPR RI Budiono dalam persidangan di Gedung Senayan Jakarta.(adv)

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *