Berita Utama Lintas Daerah News

Warga Ngetos Keracunan Massal Usai Konsumsi Nasi Kotak Aqiqah

Korban Dekati Seratus Orang Dirawat di Sejumlah Rumah Sakit dan Puskesmas

NGANJUK – ANJUKZONE – Puluhan warga di Dusun Sumberbendo, Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur mengalami keracunan setelah mengkonsumsi nasi kotak dalam acara hajatan aqiqah dari keluarga Nurrokhim, warga dusun setempat. Mulai Jumat pagi, 07 Desember 2018, sekitar pukul 10.00 WIB, korban mulai berjatuhan. Sedikitnya ada 30 orang yang harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat pagi itu. Namun, korban terus berjatuhan, hingga malam sekitar pukul 20.00 WIB, insiden keracunan massal sudah mendekati 100 orang.

Mereka secara bersamaan mengalami mual, muntah, pusing hingga diare. Diduga, mereka keracunan setelah mengkonsumsi nasi kotak dalam acara hajatan Aqiqah keluarga Nurrokhim, salah satu warga Dusun Sumberbendo pada Kamis 6 Desember 2018.

“Korban mulai merasakan mual dan pusing hingga ada yang muntah-muntah sejak tadi pagi. Sampai sekarang (pukul 20.00 WIB,red), korban sudah hampir seratus orang,” terang Aries Trio, relawan Tagana Nganjuk saat berada di lokasi kejadian.

Menurut Aries, para korban langsung menjalani perawatan medis di Puskesmas Ngetos dan rumah sakit umum Nganjuk, kemungkinan bisa bertambah,” ujar Aries.

Berdasarkan laporan tertulis Camat Ngetos kepada Bupati Nganjuk Jumat 7 Desember 2018, sejak pagi disebutkan ada 18 orang warga Dusun Sumberbendo yang dirawat medis, yang terdiri dari 5 laki-laki dari 13 perempuan. Dua orang di Puskesmas Berbek, sementara empat orang dirujuk ke RSUD Nganjuk.

Sementara data dari Polres Nganjuk yang berhasil dihimpun,  sampai Jumat sore pukul 16.00 WIB jumlah korban yang dirawat medis sudah lebih dari 20 orang. Sebagian dirujuk di RSUD Nganjuk, RS Bhayangkara Nganjuk dan RSI Nganjuk.

Polres Nganjuk juga mencatat, menu nasi kotak yang sempat dikonsumsi para korban berisi nasi putih, sayur pepaya dan daging kambing.

Hingga kini, polisi masih terus menyelidiki kasus ini. Sedangkan para korban terus menjalani perawatan medis dan dimungkinkan jumlahnya masih akan bertambah.

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *