Berita Utama Nasional News Politik

Muslimat NU Nganjuk Diwejang Pilar Kebangsaan Anggota MPR RI Drs. H.A. Budiono, M.Ed

NGANJUK – ANJUKZONE – Beberapa tahun terakhir, Pilar Kebangsaan sedang menjadi bahan pembicaraan dan kian menjadi perhatian banyak kalangan. Sehingga beragam diskusi, seminar, diklat hingga perlombaan digelar untuk mensosialisasikan Pilar Kebangsaan diseluruh Indonesia.

“Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) merupakan salah satu lembaga yang cukup aktif dalam melakukan sosialisasi Pilar Kebangsaan ke seluruh pelosok Indonesia,” terang Anggota MPR RI Drs. H.A. Budiono, M.Ed saat menggelar sosialisasi Pilar Kebangsaan bersama  Muslimat Nahdlatul ‘Ulama Cabang Nganjuk di Graha Gur Dur MWC NU Kabupaten Nganjuk , Selasa, 13 November 2018.

Hadir sebagai narasumber adalah KH. Musthafa Ali Said, Ketua Syuriah PCNU  Nganjuk dan 150 orang anggota Muslimat NU Cabang Nganjuk.

Muslimat Nahdlatul ‘Ulama Cabang Nganjuk di Graha Gur Dur MWC NU Kabupaten Nganjuk , Selasa, 13 November 2018. (foto-yun)

Menurut Budino,  selain sebagai bentuk sosialisasi, berbagai acara tersebut juga dilakukan dengan tujuan menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD Tahun 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI kepada masyarakat untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mengingat peran penting dan strategis inilah, maka pemahaman terhadap nilai-nilai Pilar Kebangsaan sangat diperlukan oleh kaum muda saat ini. Melalui pemahaman yang baik terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika maka generasi muda Indonesia diharapkan memiliki sense of belonging, sehingga mereka mencintai bangsa, negara dan tanah air tercinta Indonesia,” jelas wakil rakyat yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Jawa Timur ini.

Kesempatan yang sama, KH. Musthafa Ali Said dalam paparannya menyampaikan, bahwa pemahaman kalangan masyarakat terhadap Pilar Kebangsaan perlu terus digalakkan. Hal ini terutama karena sejumlah fakta menunjukan bahwa masih banyak masyarakat kita yang semakin jauh dari kesadaran terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkualitas. Karena itu penting sekali bagi mereka agar lebih mengetahui dan memahami tentang Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhineka Tunggal Ika. Sosialisasi Pilar Kebangsaan ini sangat penting dilakukan secara terus menerus guna meningkatkan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Apalagi tak sedikit ancaman maupun tantangan terhadap NKRI yang terus mengganggu,” tegasnya.

Hanya menurut KH. Musthafa Ali Said, salah satu akar dari kerusakan bangsa dan negara, adalah merebaknya KKN yang masih subur hingga sekarang, bahkan, KKN semakin merajalela.

“Karena itu, ulama dan pengasuh pesantren NU mendukung gerakan melawan KKN. Mereka juga menuntut adanya tindakan nyata dan tegas dari pemerintah untuk membahas masalah tersebut,” tukasnya.

Menariknya, dalam sosialisasi pilar kebangsaan ini diisi dengan tanya jawab oleh peserta. Beberapa peserta banyak yang menyampaikan ide-ide cemerlangnya ditujukan kepada wakil rakyat di MPR RI, Drs. H.A. Budiono, M.Ed. Mereka banyak berharap bahwa aspirasinya dapat dilanjutkan kepada pemerintah Indonesia, demi kesejahteraan kita bersama.

Menurut Budiono, hasil sosialisasi dan tanya jawab bersama masyarakat, nantinya dibawa ke dalam sidang pembahsan di MPR RI untuk ditindaklanjuti sebagai laporan. (adv)

Reporter : Sukadi

Editor : Yunian N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *