Berita Utama Bisnis Ekonomi Lintas Daerah News

Peternak Lebah Madu di Nganjuk Menggembala Hingga Pati Jawa Tengah

NGANJUK – ANJUKZONE – Menggembala ternak seperti kambing, kerbau atau lembu adalah suatu pekerjaan yang biasa dilakukan bagi peternak. Namun di Nganjuk, Jawa Timur, ada salah seorang peternak lebah madu yang juga menggembalakan ternak lebah-lebahnya. Bukan hanya di lingkup Kabupaten Nganjuk, lebah-lebahnya dikembalakan hingga ke luar daerah, bahkan hingga ke Kabupaten Pati, Jawa Tengah untuk mendapatkan pakan yang berkualitas.

Hadi, peternak lebah madu asal Dusun Mojosari, Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, menekuni sebagai peternak lebah madu sejak 1991. Hanya, bila memasuki bulan Oktober hingga Mei, mengalami masa-masa sulit untuk mendapatkan pakan lebah yang berkualitas. Karena, memasuki bulan-bulan tersebut, kondisi tanaman sedang tidak berbunga. Padahal, lebah madu sangat menggantungkan pada bunga untuk makanannya.

Begini cara Hadi, peternak lebah madu menggembalakan lebah-lebahnya (foto-sukadi)

Sehingga, dari 120 kotak kkayu, panjang sekitar 50 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 20 cm tersebut harus sering dipindah ke daerah lain untuk mendapatkan pakan lebah. Ratusan kotak berisi lebah tersebut diangkut menggunakan kendaraan truk.

Seperti, tampak berjajar rapi di bawah tegakan pohon jati di Desa Kwagean, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Hadi baru saja memindahkan kotak sarang lebahnya dari Kota Pati, Jawa Tengah. Kotak-kotak kayu tersebut berfungsi sebagai sarang lebah, atau sering disebut sebagai stup. Setiap stup terdapat satu ratu lebah, dikerumuni lebah-lebah pekerja lain.

“Ratu lebah bentuknya agak panjang, kuning mulus, tugasnya hanya menghasilkan telur untuk menjadi anak lebah. Dia tidak bekerja mencari makan, lebah-lebah lain yang mencarikan makan,” terang Hadi saat menggembala lebahnya di hutan buatan, Desa Kwagean, Kecamatan Loceret, Kamis, 08 November 2018.

Menurut Hadi, pada sekitar bulan Oktober hingga Mei adalah masa paceklik bagi peternak lebah madu. Karena tidak banyak pepohonan atau buah-buahan yang berbunga. Padahal, lebah madu sangat menyukai tepungsari dari bunga-bunga segar, seperti dari buah kelengkeng, randu, atau sono.

“Kalau bulan-bulan seperti ini (Oktober-Mei,Red) mulai sulit cari pakan lebah. Jalan satu-satunya dikembalakan seperti ini,” tegasnya.

Menggembala lebah di Desa Kwagean diperkirakan tidak terlalu lama. Lantaran, tanaman wijen yang diharapkan dapat menopang pakan lebah-lebahnya sudah mulai habis. Rencananya, akan dipindahkan ke hutan Ngluyu, untuk mendapatkan asupan tepungsari dari bunga hutan sono.

“Mungkin nanti malam atau besuk sore, sudah kami angkut ke Ngluyu, di sana hutan sono mulai berbunga,” katanya.

Untuk merawat lebah madu, lanjut Hadi tidaklah terlalu sulit. Lebah cukup diletakkan dalam sarangnya terbuat dari kotak-kotak kayu. Mereka diangkut dari satu tempat ke tempat lain untuk mendapatkan makanan dari pohon-pohon berbunga. Saat diangkut, kotak-kotak tertutup rapat, diangkut menggunakan truk .

“Hanya saat menutup kotak, waktunya harus sore, karena lebah sudah pulang masuk ke kotak semua, kemudian ditutup dan diikat rapat,” katanya.

Disoal penghasilan dari ternak lebahnya, Hadi menyebut, cukup lumayan. Dari setiap kotak dapat menghasilkan rata-rata 2 hingga 3 botol. Tiap botol laku dijual antara Rp 50 ribu untuk ukuran botol kecil, dan Rp 130 ribu untuk botol besar.

“Kalau kondisi bunga byor (banyak bunga,red), tiap kotak bisa menghasilkan 3 botol besar,” ujarnya.

Selain ada pelanggan yang rutin membeli madu, Hadi juga memasarkan langsung di lokasi dia menggembala lebah madunya.

Seperti di Desa Kwagean, Hadi juga melayani pembeli, Hariyoko, asal Desa Sukorejo, Kecamatan Rejoso.

Hariyoko mengaku, membeli langsung dari peternak lebih terjamin kualitasnya. Mengenai harga, Hariyoko tidak mempermasalahkan, meski lebih mahal dibanding harga di pasaran.

“Kalau madu asli memag mahal, tapi kualitasnya bisa dijamin,” ujar pria yang ngaku sering membeli madu asli  milik Hadi ini.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *