Berita Utama Lintas Daerah News

Empat Tahun Terputus Jalan Desa Gemenggeng Dicuekin

NGANJUK – ANJUKZONE – Sudah empat tahun jalan desa yang menghubungkan dua kecamatan, Bagor dengan Rejoso ambrol belum mendapat perhatian dari pihak terkait. Jalan yang membujur di tepi Sungai Widas, Dusun Ketawang, Desa Gemenggeng, Kecamatan Bagor ini kondisinya rusak parah. Sehingga tidak lagi dapat dilalui kendaraan roda empat. Sementara warga yang nekat melintas di jalan ambrol akibat tergerus luapan air sawah itu, hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua atau jalan kaki. Itupun, mereka harus melewati jalan darurat, tanah milik petani di dekat jalan yang ambrol.

Tampak, jalan beraspal ini terputus total pada seluruh bagian badan jalannya, dengan lebar sekitar 6 meter, panjang 15 meter dengan kedalaman 5 meter. Seluruh material jalan longsor ke sungai di dekatnya.

Menurut keterangan warga yang sering melintas jalan yang kini ambrol itu, sudah tidak dapat dilalui sama sekali untuk mengangkut hasil panen. Petani harus putar balik sejauh sekitar 5 kilometer untuk membawa pulang hasil panennya. Hanya sementara ini, warga yang nekat melintas cukup mengenadarai roda dua atau jalan kaki. Yang banyak melintas adalah anak-anak pelajar dan warga yang pergi ke pasar.

Hanya saja, sering terjadi kecelakaan, anak-anak pelajar saat musim hujan karena licin dan sempit. Sedangkan waktu malam hari, total warga tidak berani melintas, karena gelap. Lebih-lebih, pada bagian ujung-ujungnya tidak ada tanda khusus, bahwa ada jalan rusak.

“Kalau musim hujan, sering terjadi kecelakaan, terutama anak-anak sekolah, sering terperosok,” terang Suyono, petani bawang merah asal Desa Gemenggeng.

Anehnya, kendati kejadian telah berjalan sekitar empat tahun lalu, jalan desa yang tergolong vital bagi warga sebagai akses mengangkut hasil panen maupun bagi anak-anak pelajar ini tidak dimasukkan dalam agenda pembangunan desa ataupun kecamatan setempat.

Pihak Kecamatan Bagor bahkan tidak mengetahui adanya jalan yang rusak parah meski telah berjalan empat tahun.

Menurut Dra. Roro Sri Retno Pangestuti, Kasi Kesmas, Kecamatan Bagor, pihak kecamatan belum mengetahui adanya jalan desa di Dusun Ketawang, Desa Gemenggeng rusak parah, meski sudah berjalan sekitar 4 tahun. Justru pihaknya baru mengetahui dari wartawan yang mewawancarai.

“Kalau kami tahu sebelumnya, pasti sudah kami ikutkan dalam Musrenbangdes,” kilah Retno ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Warga berharap, jalan desa yang menghubungkan Desa Mungkung, Gempol, Kedungdowo dengan Desa Gemenggeng itu secepatnya mendapat perhatian dari pemerintah kabhpaten Nganjuk.

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *