Berita Utama Birokrasi News

Bupati Novi : Tidak Jual Produk UMKM Ijin Toko Modern Dicabut

NGANJUK – ANJUKZONE – Maraknya toko-toko modern dan minimarket di sejumlah wilayah di Kabupaten Nganjuk menjadi perhatian serius Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dan Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Menurutnya, keberadaan toko-toko modern telah menyebabkan pasar-pasar tradisional mati. Lebih-lebih, keberadaan toko-toko modern di Nganjuk berlokasi tidak hanya di pusat kota, melainkan telah merambah di setiap kecamatan hingga ke desa-desa. Bahkan, ada sejumlah  minimarket yang didirikan berdekatan dengan pasar tradisional.

Melihat dampak dari maraknya toko modern dan minimarket, pemerintahan Bupati Novi dan wakilnya Marhaen Djumadi punya rencana berani, untuk menyehatkan ekonomi pasar tradisonal di Nganjuk denagan cara mewajibkan mereka menjual produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal Nganjuk.

Hal ini disampaikan Bupati Novi, usai acara serah terima jabatan (sertijab) Bupati-Wakil Bupati Nganjuk di Gedung DPRD Nganjuk, Selasa siang, 02 Oktober 2018. Sertijab berlangsung dengan Pj Nganjuk Bupati Nganjuk Sudjono MM, dan dihadiri langsung oleh Gubernur Jatim Soekarwo.

Serah terima jabatan (sertijab) Bupati-Wakil Bupati Nganjuk di Gedung DPRD Nganjuk, Selasa siang, 02 Oktober 2018. Sertijab berlangsung dengan Pj Nganjuk Bupati Nganjuk Sudjono MM, dan dihadiri langsung oleh Gubernur Jatim Soekarwo.(foto-sukadi)

“Toko-toko modern, baik itu Indomaret, Alfamart, dan lain sebagainya, kita akan tertibkan. Kita akan minta mereka nanti untuk bisa menjual produk-produk UMKM yang ada di Kabupaten Nganjuk. Setidaknya 50 persen produk UMKM Kabupaten Nganjuk harus masuk pasar modern. Jika tidak, mereka akan kita cabut izinnya,” tegas Novi.

Rencana Novi ini sejalan dengan pesan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, yang hadir langsung pada acara sertijab tersebut.

Pakde Karwo, sapaannya, meminta Bupati Novi agar mengembangkan ekonomi kerakyatan di wilayahnya. Menurutnya, ekonomi kerakyatan dapat dilakukan salahsatunya dengan mengembangkan UMKM berbasis digital, dan pengembangan industri agrobisnis.

Dia juga meminta Pemkab Nganjuk memfasilitasi UMKM agar mulai masuk dalam perdagangan elektronik atau e-commerce. Misalnya, bekerjasama dengan start up seperti Bukalapak.

Sementara itu, Bupati Novi juga berjanji akan memanfaatkan seluruh sumber daya alam (SDA) di Kabupaten Nganjuk.

Melimpahnya SDA seperti pertanian, perikanan dan peternakan harus dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pihaknya juga akan mewujudkan tatanan masyarakat yang dinamis dan harmonis. Lalu meningkatkan kinerja birokrasi yang bersih dan profesional. Sehingga terwujud penyelenggara pemerintahan yang partisipatif dan transparan.

“Saya juga akan memprioritaskan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan, meningkatkan profesionalisme, transparansi dan kebersihan birokrasi di Nganjuk,” katanya.

Untuk diketahui, Bupati Novi dan Wabup Marhaen Djumadi memilih mengayuh sepeda tua, berkeliling jalan-jalan protokol kota menuju Pendopo Pemkab Nganjuk, usai mengikuti sertijab di Kantor DPRD Nganjuk. Di pendopo, bupati dan rombongan kemudian membuka bazar rakyat.

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *