Berita Utama Birokrasi Budaya Entertainment Lintas Daerah News Wisata

Bupati Novi Ajak Warga Mandi Sedudo Bersama

Pengunjung Percayai Mitos Awet Muda hingga Ngalap Berkah

NGANJUK – ANJUKZONE – Setiap tahun, di objek wisata alam air terjun Sedudo selalau diadakan sebuah ritual siraman, bertepatan dengan Bulan Muharam atau Syura penanggalan Jawa. Tak heran, bertepatan acara ritual siraman, Kamis, 27 September 2018 tersebut, Sedudo banyak dikunjungi wisata.

Untuk mencapai lokasi Sedudo di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pengunjung akan dimanjakan jalan mengular dan menanjak. Di kanan kiri perjalanan, terlihat panorama alam Gunung Wilis yang banyak ditumbuhi pepohonan pinus.

Sampai di lokasi air terjun, sudah banyak pengunjung yang menunggu acara dimulai sambil menikmati keindahan air terjun setinggi sekitar 110 meter dari dasar, ditambah udara yang sejuk dan memikat.

Bupati Nganjuk NOvi dan wakilnya Kang Marhen mandi Sedudo bersama warga (foto-sukadi)

Di jalan menuju prosesi siraman, sudah berderet puluhan gadis dan perjaka berbusana menarik, siap menyambut kehadiran Bupati Nganjuk dan wakilnya, beserta rombongan.

Bunyi gamelan musik tradisional Jawa pun terus dikumandangkan, sehingga menambah suasana kian sakral.

Sekitar pukul 10.00 pagi, Bupati Novi Rahman Hidayat didampingi wakilnya Marhaen Djumadi beserta anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Nganjuk (FORKOMPIMDA) tiba di lokasi siraman dipandu seorang cucuk lampah dan pembawa sesaji menuju lokasi siraman, dilanjutkan suguhan tarian Maheswara Swatantra Ajukladang.

Prosesi ritual siraman Sedudo diawali dengan penyerahan jun dari Bupati Nganjuk kepada delapan gadis berambut panjang dan delapan manggala, diawali dengan tarian ‘Amek Tirta’. Selanjutnya, prosesi pengambilan air Sedudo dimulai. Delapan gadis berambut panjang dan delapan orang manggala berjalan beriringan bersama pembawa sesaji menuju guyuran air terjun Sedudo dengan diiringi lantunan gending-gending Jawa.

Disusul, Bupati Nganjuk Novi dan Wakil Bupati Marhaen Djumadi bersama anggota FORKOMPIMDA melakukan tabur bunga ke area air terjun dan mandi bersama.

Prosesi dilanjutkan penyerahan jun yang sudah diisi air Sedudo kepada sesepuh desa setempat untuk disimpan.

Gadis berambut panjang siap menerima Jun dari Bupati Nganjuk untuk mengambil air terjun Sedudo (foto-Sukadi)

Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk menyampaikan, acara siraman Sedudo merupakan warisan budaya peninggalan dari leluhur yang wajib dijaga tradisinya. “Menurut mitosnya, bila seseorang mandi air terjun Sedudo dipercaya dapat menjadikan awet muda,” kata Bupati Nganjuk yang baru saja dilantik.

Prosesi ritual diakhiri dengan pembacaan doa dilanjutkan dengan  rebutan hasil bumi oleh pengunjung.

Dariatun, salah satu pengunjung yang ikut berebut hasil bumi merasa senang bisa ikut meramaikan acara ritual prosesi siraman. Dari hasil yang diperoleh dari rebutan hasil bumi, dipercaya dapat membawa berkah. Dan hasilnya akan langsung dimasak dan dinikmati bersama seluruh keluarganya.

“Setelah sampai di rumah, langsung dimasak untuk dimakan bersama keluarga,” ujar warga Sumberagung, Kecamatan Sawahan ini.

Bupati berharap adanya acara ritual siraman ini dapat menggaet wisatawan untuk datang yang sekaligus sebagai ajang mempopulerkan air terjun Sedudo dan destinasi wisata di seluruh wilayah Nganjuk.

Reporter : Sukadi

Editor Yuniar

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *