Berita Utama Birokrasi Nasional News

Tolak Ganti Rugi Jalan Tol Warga Putren Hujat Jokowi

NGANJUK – ANJUKZONE – Kendati sudah berjalan cukup lama pembangunan jalan tol trans – Jawa antara Wilangan – Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur masih menyisakan masalah. Hingga sekarang masih banyak masyarakat yang mengeluhkan ganti rugi lahan yang tidak sesuai.

Seperti dikeluhkan warga Desa Putren, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Sebanyak 50 warga pemilik lahan, melakukan aksi demo, menolak pembangunan jalan yang memanfaatkan lahan miliknya. Mereka berbondong-bondong mendatangi balai desa setempat, minta kepada pejabat pembuat komitmen (PPK) pembangunan jalan tol untuk mengkaji ulang harga yang telah diputuskan sepihak, senilai Rp 177 ribu per meter persegi. Sementara, harga yang diperjuangkan adalah Rp 600 ribu per meter persegi.

pendemo membentangkan poster berisi hujatan terhadap pemerintah (foto-sukadi)

Warga pendemo berorasi sambil membentangkan poster dan spanduk, berisi kecamaman terhadap pemerintah dan Jokowi. Diantaranya, “Rakyat Sengsara, Akibat Proyel Tol 2018. Pemerintah Kejam”, “Proyek Jalan Tol Sadis, Buat Melarat”, “Rp 117/m2..?? Kejam. Tolak Proyek Tol, Menyengsarakan”, “Pak Jokowi Dimana Nuranimu, Kami Korban Proyek Tol…Menderita”, dan lain-lain.

“PPK pembangunan jalan tol supaya mengkaji ulang harga yang telah ditawarkan kepada warga, karena harga yang ditawarkan jauh di bawah harga pada umumnya,” ucap Subekti, coordinator aksi demo, Selasa, 25 September 2018.

Apabilan pihak proyek tetap memaksakan, melanjutkan pekerjaan, warga mengancam akan menghadang semua alat berat yang melintas lokasi jalan tol.

Warga Desa Putren Merasa jadi Korban Proyek Tol yang memanfaatkan lahannya dan belum mendapat ganti rugi yang sesuai. (foto-sukadi)

“Kami tidak menghalangi proyek nasional, kalau harga ganti tanah sesuai dengan harga yang ada di pasaran, jadi apabila tanah kami dijadikan proyek tol, maka kami tidak kesulitan mencari lahan baru,” tegasnya.

Menanggapi aksi demo, pihak PPK jalan tol menyampaikan, harga yang telah ditawarkan kepada pemilik lahan sudah sesuai standar harga di pasaran. Apabila ada warga yang tidak puas dapat mengajukan gugatan ke pengadilan negeri Nganjuk.

“Karena proyek nasional harus tetap berjalan,” ujar Supriyo, PPK pembangunan jalan tol.

Meski telah melakukan aksi demo hingga siang hari, masih belum ada kesepakatan antara kedua belah pihak. Warga mengancam, akan terus berjuang dengan menggelar demo-demo yang lebih besar hingga tuntutan harga ganti rugi lahan sesuai yang diinginkan dan dipenuhi.

“Supaya uang ganti ruginya bisa digunakan untuk membeli lahan pertanian lagi,” tukas Subekti.

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar N.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *