Budaya Entertainment

Laskar Pu Sindok, Prahalaya Sima Anjukladang

CERITA Pu Sindok ini diawali dari kisah Sri Maharaja Rakai Sumba Dyah Wawa Sri Wijayalokanamottungga, raja terakhir Kerajaan Medang periode Jawa Tengah atau Kerajaan Mataram Kuno (928929). Dyah Wawa naik tahta menggantikan Dyah Tulodhong (Prasasti Culanggi: 7 Maret 927).

Dyah Wawa naik tahta setelah melakukan kudeta terhadap Dyah Tulodong dibantu oleh Pu Sindok yang menjabat Rakryan Halu. (Sejarawan Boechari).

Semasa pemerintahan Mataran Kuno, terjadi perlawanan terus-menerus dari Kerajaan Sriwijaya yang tidak lain masih memiliki keturunan dari Kerajaan Mataram. Ditambah, gempuran dari letusan Gunung Merapi yang sangat dahsyat, menyebabkan Kota Raja Mataram beberapa kali mengalami perpindahan. Selain serangan tentara Srwijaya dan letusan Gunung merapi, banyak kerajaan kecil (raja telukan) di pesisir utara Jawa yang mbalela, dan ikut memusuhi Mataram. Akibatnya, Kerajaan Mataram di Jawa Tengah benar-benar lumpuh akibat perang, pengaruh politik dan ekonomi.

Untuk menyelamatkan Kerajaan Mataram, Pu Sindok yang naik pangkat menjadi Rakryan Mapatih Hino, memindahkan istana Kerajaan Medang ke Jawa Timur, di Twmlang, dekat aliran Sungai Brantas, masuk Kabupaten Jombang. Delapan tahun kemudiam, setelah berdiri, istana kerajaan dipindahkan ke Watugaluh atau Megaluh, masih wilayah Jombang arah selatan dari istana kerajaan semula. (Prasasti: Kita prasiddha mangraksa kadatwan rahyangta i Bhumi Mataram i Watugaluh). Pu Sindok  menyebut, kerajaannya merupakan kelanjutan dari Kerajaan Medang di Jawa Tengah.

Hanya saja, selama perjalanan ke Timur, Pu Sindok bersama beberapa pengikut dan dua istrinya dikejar-kejar oleh Tentara Sriwijaya yang hendak merebut tahta Kerajaan Medang. Saat tiba di Bhumi Anjukladang (Nganjuk), Pu Sindok dibantu berperang oleh penduduk Anjukladang dan berhasil memukul mundur seluruh tentara Sriwijaya. (Prasasti Anjukladang : 937).

Selama menjabat raja pertama Kerajaan Medang di Tawmlang, Pu Sindok (929947), bergelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana  Wikramadharmottunggadewa, sebagai sebagai pendiri dinasti baru bernama Wangsa Isana.

Bersamaan perpindahan istana kerajaan dari Tawmlang ke Watugaluh, Pu Sindok menganugerahkan penghargaan kepada rakyat Bhumi Anjukladang sebagai sebuah sima swatantra dan persembahan kepada bathara di Sang Hyang Prasada, serta pembangunan sebuah jayastambha atau tugu kemenangan. Tugu tersebut sebagai peringatan atas kemenangan rakyat Sima Anjukladang melawan tentara Sriwijaya. *) Sumber Kepustakaan; Marwati Poesponegoro & Nugroho Notosusanto. 1990. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II. Jakarta: Balai Pustaka; Slamet Muljana. 2005. Menuju Puncak Kemegahan (terbitan ulang 1965). Yogyakarta: LKIS; Slamet Muljana. 1979. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhratara; Drs. Harimintadji, dkk.2003. NGANJUK & Sejarahnya. Nganjuk: Yayasan Salepuk (Sadang).

Ikuti cerita selengkapnya, penulis sajikan dalam episode-episode!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *