Uncategorized

Parah…!!! Empat Bulan 167 Ha Hutan Jati di Nganjuk Terbakar

NGANJUK – ANJUKZONE – Selama musim kemarau tahun ini, Perusahaan Umum (Perum) Perhutani Kabupaten Nganjuk mencatat, ada seluas 167 hektare hutan jati terbakar. Diantaranya terjadi di lima BKPH, mulai wilayah Berbek hingga Rejoso. Kebakaran tidak hanya menghanguskan pohon jati, kebakaran juga meludeskan tanaman kayu putih selama memasuki bulan Juni hingga September 2018 ini. Akibatnya kebakaran selama empat bulan, Perum Perhutani menaksir telah mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta.

Bambang Cahyo Purnomo, ADM Perum Perhutani Kabupaten Nganjuk menyampaikan, diduga kebakaran disebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Berdasarkan hasil kajian, warga sengaja membakar hutan untuk kepentingannya sendiri, seperti berburu hewan liar di area hutan.

“Kalau disebabkan oleh puntung rokok, sangat kecil kemungkinan terbakar. Pernah kami coba, meski terkena daun kering dan kondisi panas, puntung rokok tidak bisa menyala apalagi sampai membakar hutan,” terangnya.

Untuk mengantisipasi kebakaran hutan lebih parah, pihak Perhutani telah membentuk satgas bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI dan Polri.

“Kami bentuk sebagai tim reaksi gerak cepat pemadaman api ketika terjadi kebakaran hutan,” tegasnya.

Selain kepada aparat, Perum Perhutani juga menjalin kerjasama dengan warga sekitar hutan. Diantaranya kerjasama penanaman pohon sengon dengan sistem bagi hasil.

“Guna memberikan pemahaman kepada warga hutan akan pentingnya hutan untuk dilindungi,” tukas Bambang.

Reporter: Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *