Berita Utama Birokrasi Nasional News Politik

Anggota MPR RI Budiono Ingatkan Pentingnya Wawasan Kebangsaan

TPD dan KPMD Nganjuk Manfaatkan untuk Salurkan Aspirasi

NGANJUK – ANJUKZONE – Anggota MPR RI Drs. H. A. Budiono, M.Ed menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan, dengan ratusan Tenaga Pendamping Desa (TPD) dan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Kabupaten Nganjuk di Aula BLK Kabupaten Nganjuk, Senin, 10 September 2018.

Empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika terus didengungkan oleh Budiono dalam fungsinya sebagai anggota MPR-RI, agar masyarakat selalu ingat arti pentingnya wawasan kebangsaan.
Momentum sosialisasi dinilai Budiono juga sangat pas, karena saat ini masyarakat sedang dihadapkan pada suasana ‘panas’ menjelang Pilpres dan Pemilu Legislatif 2019. Empat pilar kebangsaan disebutnya menjadi empat resep ampuh bagi masyarakat di tahun politik ini.
“Menghadapi Pemilu serentak 2019, penguatan kembali nilai empat pilar kebangsaan menjadi sangat penting dan relevan,” ujar anggota DPD RI perwakilan Jawa Timur tersebut bersama narasumber KH. Ali Mustofa Said, Syuriah NU Nganjuk, serta moderator, Ir. H. Suparman, M.Si.

ratusan Tenaga Pendamping Desa (TPD) dan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Kabupaten Nganjuk di Aula BLK Kabupaten Nganjuk, Senin, 10 September 2018 (foto-Yuniar)

Melalui sosialisasi, lanjut Budiono, setidaknya dapat memberi pemahaman bagi masyarakat tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Dengan memahami dan menerapkan pilar-pilar kebangsaan, maka potensi konflik atau perpecahan bisa dihindari. Jangan sampai kita bermusuhan hanya karena beda pilihan. Berbeda itu boleh tapi harus tetap menjunjung tinggi toleransi,” paparnya.

“Kami juga menyerap beragam aspirasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Prinsipnya, saya akan terus perjuangkan aspirasi masyarakat Jawa Timur hingga tingkat Nasional, termasuk aspirasi masyarakat Nganjuk. Bukan hanya menyangkut masalah pendidikan, ekonomi maupun pertanian,” jelasnya.

Menurut Budiono, dalam sesi diskusi dan tanya jawab, salah seorang peserta, Hartutik, anggota KPMD Bagor sempat menyampaikan keluhan para petani bawang merah di Nganjuk. Mereka selalu merugi, setiap musim panen raya tiba, karena harga tiba-tiba merosot drastis.

Hartutik merasa selama ini,  pemerintah masih menjalin transaksi impor bawang merah kepada Negara lain, sehingga stok bawang merah di dalam negeri menjadi menumpuk.

“Karena pamerintah masih mengimpor bawang merah, yang menjadi korban petani. Setiap musim panen raya, stok melimpah, harga otomatis merosot. Tolong disampaikan ke pemerintah agar dapat mengatasi harga bawang merah,” keluh anggota KPMD Bagor, yang sangat mengapresiasi pertemuan masyarakat dengan Anggota DPD RI itu. Melalui kegiatan tersebut masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya secara langsung.
“Kami berharap semua aspirasi masyarakat dapat terserap dan dibawa ke DPD RI untuk diteruskan ke pemerintah pusat,” katanya.

Hartutik, anggota KPMD Bagor (foto-Yuniar)

Kepada penanya, Budiono menyampaikan, merosotnya harga bawang merah dipicu ulah para tengkulak, karena para petani belum memiliki organisasi yang kuat, seperti koperasi. Sehingga, mereka lebih suka menjual sendiri-sendiri, langsung kepada tengkulak.

“Karena petani lebih suka menjual langsung kepada tengkulak, sehingga harga bawang merah mudah dipermainkan,” terang Budiono.

Untuk memperkuat harga, petani bawang merah harusnya lebih kreatif, selain menjual langsung juga mengolah hasil panennya dengan cara lain, seperti menjadikan bawang merah goreng kemasan. Selanjutnya, petani dapat menjalin kontrak jangka panjang dengan pengusaha, untuk menjaga fluktuasi harga.

“Tapi selama ini, petani masih belum bisa menjalin kontrak, mereka masih berjalan sendiri-sendiri,” tukasnya.

Masih banyak peserta yang menyampaikan aspirasinya, baik secara langsung maupun tertulis. Aspirasi akan ditindaklanjuti sebagai bahan rapat paripurna di Gedung MPR RI Senayan, Jakarta. (adv)

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *