Berita Utama Hukum Lintas Daerah News

Polda DIY : Tak Ada Bentrokan Pemuda Papua dan Ambon

YOGYAKARTA- ANJUKZONE – Puluhan pemuda asal Papua turun ke jalan kawasan Seturan, Sleman, Yogkarta. Aksi terjadi menyusul bentrokan dengan sekelompok pemuda dari daerah lain yang menyebabkan sejumlah rekan mereka terluka.

Dari video yang diperoleh, pemuda Papua melakukan aksi sambil membawa busur dan panah. Puluhan orang hampir memenuhi jalanan dengan membawa senjata tajam. Orang yang mengambil gambar ini sempat ketakutan karena mobilnya turut mendapat ancaman.

Agar tidak menimbulkan kerusuhan, personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk meredam emosi mahasiswa. Kepada polisi kelompok mahasiswa ini mengaku mencari pelaku pengeroyokan yang membuat rekan mereka terluka.

Aksi tersebut dilakukan menyusul adanya gesekan antara pemuda Papua dengan kelompok pemuda lain di salah satu kafe di Jalan Perumnas Seturan.

Turunnya pemuda Papua ke jalan ini karena rekan mereka mengalami luka ditusuk kelompok pemuda dari kelompok lain dini hari tadi, Rabu, 12 September di St. Bear Bar n Kitchen.

“Mereka membawa linggis hingga balok dan lain sebagainya. Gerakannya mencari orang. Tidak merusak, tidak melukai warga juga. Tapi dari tadi bolak balik,” terang Konang, (32) salah satu warga yang sempat melihat aksi sekitar pukul 11.30 WIB.

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto memastikan tidak ada bentrokan maupun tawuran dalam aksi pemuda Papua turun ke Jalan Seturan dan Babarsari, Depok, Sleman, DIY.

“Dengan beredarnya video bentrokan (dengan judul) warga Papua dengan warga Ambon yang terjadi pada hari Rabu tanggal 12 September 2018, bisa kami sampaikan bahwa aksi tadi bukan bentrokan dan tidak terjadi bentrokan antara warga Papua dengan warga Ambon,” jelas Yuliyanto melalui pesan elektronik, seperti dilansir kumparan.com.

Yulianto menjelaskan, warga Papua tersebut melakukan aksi jalan kaki dengan berteriak-teriak sepanjang perjalanan dari asrama Pulodadi Caturtunggal menuju arah babarsari. Tujuan mereka mendatangi salah satu kafe di wilayah seturan, untuk mencari pelaku penusukan rekannya.

“Karena tadi pagi jam 02.30 WIB terjadi perkelahian yang mengakibatkan warga Papua mengalami luka tusuk di bagian dada. Alhamdulillah sore ini yang bersangkutan sudah boleh pulang dari rumah sakit,” jelasnya.

(Dari video yang diperoleh, pemuda Papua melakukan aksi sambil membawa busur dan panah.)

Sejak pukul 15.00 WIB kondisi pun sudah kondusif. Yuliyanto juga berpesan agar tidak menyebar informasi yang salah terkait peristiwa tersebut.

“Saat ini situasi sudah kondusif dan mohon tidak menyebarkan informasi yang salah sehingga berakibat situasi tidak kondusif,” tegasnya.

Sementara terkait aksi tadi siang, belum ada laporan kerugian yang masuk ke polisi. Untuk kasus penusukan, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa pelakunya.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *