Berita Utama Birokrasi Entertainment Lintas Daerah News Wisata

Andalkan Lingkar Wilis Sedudo Fesimistis Akses Jalan

NGANJUK – – Diakui Kabupaten Nganjuk telah memiliki potensi wisata “Saujana”, yakni potensi wisata alam yang diperkuat adanya budaya lokal. Hanya, keberadaannya, terkesan stagnan dan garing, tanpa menunjukkan perkembangan berarti. Kendati secara geografis, Kabupaten Nganjuk masuk zona Lingkar Wilis sisi Utara, penuh dengan keajaiban alam yang memesona, namun belum sanggup menggaet total wisata cukup besar. Faktanya, hanya ada satu potensi wisata menjadi handalan Kabupaten Nganjuk, yakni Air Terjun Sedudo yang berlokasi di lereng Gunung Wilis, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan. Tampak sih, telah dilakukan pembenahan infrastruktur di lokasi objek, nyatanya belum sanggup menjawab problema sebagai tujuan wisata benar-benar andal. Lantaran kekuatan potensi ekonomi yang ditimbulkan, masih jauh dari harapan sebagai tujuan wista berskala nasional.

Tantangan, mayoritas objek wisata di Kabupaten Nganjuk berada di Gunung Wilis terletak di lintas batas di enam kabupaten di Jawa Timur, yaitu Madiun, Ponorogo, Tulungagung, Trenggalek, Kediri dan Nganjuk. Masing-masing kabupaten selingkar Wilis tersebut sama-sama menggantungkan kepada potensi Gunung Wilis. Mereka juga sama-sama getol mengeksplorasi dan mengeksploitasi keajabian alamnya, baik berupa air terjun, serta keindahan panoramanya.  Tak terkecuali Kabupaten Nganjuk, Lereng Wilis menjadi potensi wisata handalan, karena tidak ditemukan wisata bahari atau danau sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD). Berkunjung ke Nganjuk, menikmati potensi wisata, ibarat mampir “kencing”, datang lantas pergi begitu saja. Tanpa ada kesan membekas, sebagai bekal untuk merindukan kembali ke Nganjuk.
Berikut komentar Wakil Bupati Nganjuk terpilih, Marhen Jumadi mengenai potensi wisata di Nganjuk yang sesungguhnya memiliki peluang besar sebagai pendulang PAD Kabupaten Nganjuk dan mengatasi problema sistem perekonomian, karena kehadirannya dapat menciptakan lapangan pekerjaan secara menyeluruh.

“Sebenarnya Kabupaten Nganjuk telah berupaya mempromosikan dan menjual potensi wisata Lingkar Wilis. Hanya saja langkah tersebut terkendala minimnya infrastruktur pendukung. Sehingga upaya tersebut kurang disambut baik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” terang wakil Bupati Nganjuk yang akrab disapa Kang Marhen ini.

Menurutnya, Lingkar Wilis ini layak dijual, termasuk Sedudo dan objek lain, apalagi bila  diperkuat dengan wisata budaya. Sehingga yang dijual tidak hanya potensi keindahan alamnya, tetapi juga kebudayaan masyarakat sekitar.

Hanya saja infrastruktur pendukung yang harus segera dibangun ataupun diperbaiki menurut Marhen adalah akses jalan. Karena jalan yang mengarah ke Lingkar Wilis masih sangat sederhana, sempit dan butuh untuk diperlebar demi kenyamanan wisatawan yang akan berkunjung.

Selain itu, pembenahan dilakukan secara komprehensif. Lebih-lebih perlu ditopang adanya agropolitian, perpaduan antara peternakan dengan pertanian di Kabupaten Nganjuk.

“Tapi untuk persoalan Lingkar Wilis harus ada connecting dengan kabupaten lain,” tegas Kang Marhen.

Selain itu fasilitas penginapan ataupun hotel berbintang juga harus dipikirkan. Karena ketika ada ratusan atau bahkan ribuan wisatawan yang berkunjung, hotel menjadi fasilitas penting yang harus tersedia.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *