Berita Utama Edukasi Entertainment News

Tarik Simpati Pengunjung TRAL Dipercantik dengan Mural

NGANJUK –– Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) Nganjuk mendadak bersolek. Puluhan pelajar, mahasiswa, dan komunitas mural, di Nganjuk telah mengubah perwajahan obyek wisata di Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk dengan lukisan mural. Mereka telah mengekspresikan kreativitas seninya pada media tembok berukuran 2 x 2 meter, menggunakan beraneka warna cat tembok.

Ferisal, Ketua Lomba Mural Tingkat Jawa Timur menyampaikan, lomba Mural bertujuan sebagai wawasan dan kemungkinan baru, baik dalam bidang kesenian, keprofesian, bisnis berbasis kreatif, penggunaan teknologi, maupun inovasi belajar. Sehingga memiliki basis pola pikir budaya yang kuat, bagi generasi muda saat ini untuk tidak lupa dengan akar budaya bangsa.

Kendati demikian, lomba Mural tidak serta merta bebas mengekspresikan ide-idenya, tanpa memperhatikan etika dan pesan moral.

Penerimaan Piala Lomba Mural di TRAL Nganjuk (foto-puji)

“Yang penting, visual Mural tidak boleh mengandung unsur SARA, logo organisasi tertentu, kata-kata hujatan atau provokasi, sindiran tehadap organisasi tertentu, bermuatan politis ataupun bersifat kampanye. Apabila terdapat visual mural yang tidak sesuai, maka panitia berhak mengambil kebijakan sepihak,” terang Farisal, Minggu, 26 Agustus 2018 ditemui di lokasi lomba.

Lomba Mural mengambil tema, “Galang Persatuan Generasi Kreatif Berbudaya”, dengan sub tema generasi kreatif berbudaya membangun bangsa yang berkarakter, generasi kreatif berbudaya bersatu dan berkarya, serta generasi kreatif berbudaya, penuh inovasi tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT RI ke-73. Bekerjasama, Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Nganjuk, Dinas Parporabud Nganjuk, Dinas Pendidikan Nganjuk, Panitia PHBN Nganjuk 2018, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Komunitas Seniman Guru Nganjuk, serta didukung oleh produk cat.

Penerimaan hadian lomba Mural di TRAL Nganjuk (foto-puji)

Lomba Mural diambil kejuaraan katagori umum dan tingkat SMP, masing-masing juara 1, 2 dan 3. Berhasil meraih juara katagori umum, juara 1 adalah Komunitas Jongaco (pelukis potret Nganjuk), juara 2 adalah siswa SMAN Kertosono, dan juara 3 adalah Stemsa Art dari Madiun.

Sedangkan kejuaraan katagori pelajar SMP, juara 1 adalah SMPN 2 Lengkong, juara 2 adalah SMPN 1 Nganjuk, dan juara 3 adalah SMPN 3 Nganjuk.

“Kriteria penilaian sebagai juara, kesesuaian tema 30 persen, orisinalitas visual  20 persen, kekayaan teknik 30 persen, dan kebersihan lokasi mural tiap team  20 persen,” kata Ferisal.

Kepala Dinas Parporabud Drs. H. Supianto,MM. dalam sumbutannya menyampaikan, lomba Mural sangat baik sebagai ajang kreativitas generasi muda, terutama pelajar dan mahasiswa. Hal ini untuk mengatasi corat-corat liar yang sering dilakukan oleh pelajar di tembok-tembok sekolah dengan tulisan atau gambar-gambar yang tidak mencerminkan nilai etika dan moral.

“Dengan adanya lomba Mural ini, sebenarnya dapat mengatasi kebiasaan corat-coret liar yang dilakukan oleh anak-anak pelajar. Kreativitas mereka dapat ditampung lewat kegiatan positif dan terarah,” terang Supianto.

Selain sebagai ajang kreativitas pemuda dan pelajar, lomba Mural  juga memiliki nilai artistik untuk mempercantik penampilan obyek wisata TRAL Nganjuk.

“Tujuan mengatasi corat-corat liar dapat, nilai artistik untuk mempercantik obyek wisata juga dapat, sehingga dapat menarik perhatian bagi pengunjuk di TRAL,” tegasnya.

Sekadar informasi, lomba Mural juga dihadiri Ketua KSBN Nganjuk DR. Bambang Eko Suharto, Ikatan Muralis Indonesia (IMI), sejumlah anggota KSBN Nganjuk, serta guru.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *